Chandra Asri Umumkan Force Majeure Imbas Gangguan Pasokan Selat Hormuz, Saham Anjlok

republika.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Produsen petrokimia, PT Chandra Asri Pacific Tbk, mengumumkan kondisi force majeure dengan alasan gangguan pengiriman bahan baku melalui Selat Hormuz menyusul pecahnya perang Iran. Perusahaan memberi tahu pelanggan mengenai gangguan itu melalui pemberitahuan tertanggal 2 Maret 2026 yang dilihat Bloomberg. Dalam pemberitahuan tersebut disebutkan durasi force majeure masih belum dapat dipastikan.

“Kami terus memantau perkembangan situasi antara Amerika Serikat dan Iran serta telah menerapkan langkah-langkah pencegahan untuk menjaga ketahanan operasional di seluruh unit bisnis kami,” demikian pernyataan perusahaan dikutip Bloomberg pada Selasa (3/3/2026).

Baca Juga
  • Mengapa Iran Menargetkan Hotel, Kilang Minyak Hingga Bandara, Bukan Cuma Situs Militer AS?
  • Selat Hormuz Ditutup, Ini Skenario RI Amankan Pasokan Minyak
  • Trump Ungkap Perang dengan Iran Bisa Berlangsung Hingga Empat Pekan, Harga Minyak Makin Naik?

“Sebagai bagian dari langkah tersebut, kami akan menyesuaikan tingkat operasi (run rates) di pabrik-pabrik kami.”

Konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat telah mengganggu arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz, dengan hanya sedikit kapal tanker yang melintas sejak terjadi serangan di kawasan tersebut. Sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia melewati jalur perairan sempit itu.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Chandra Asri mengoperasikan kompleks petrokimia terintegrasi terbesar di Indonesia yang memproduksi olefin dan poliolefin. Perusahaan ini juga memiliki dan mengelola aset pengilangan serta kimia hilir di Singapura melalui skema joint venture, menurut situs resminya.

Aset tersebut mencakup kilang dengan kapasitas 237 ribu barel per hari serta naphtha cracker berkapasitas 0,9 juta metrik ton per tahun. Pada perdagangan saham Rabu (4/3/2026), saham Chandra Asri sempat anjlok ke level 5.350 atau turun sebesar 8,15 persen.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Reuters
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Desa Kadujajar Kekurangan Air Bersih untuk Mandi-Minum, Mari Kita Bantu
• 5 jam laludetik.com
thumb
BEI Resmi Buka Informasi Kepemilikan Saham Emiten di Atas 1 Persen
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Kasus Majikan Aniaya ART di Sunter, Polisi Fasilitasi Pemulihan Psikologis Korban
• 1 jam laluliputan6.com
thumb
Australia Tekankan Penguatan Kawasan ASEAN dengan Prinsip Hormati Kedaulatan
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
Trump Sediakan Asuransi dan Siapkan Pengawalan Kapal yang Lewat Selat Hormuz
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.