Bisnis.com, MAKASSAR - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan penyaluran kredit perbankan di Sulawesi Selatan (Sulsel) sepanjang 2025 sebesar Rp172,92 triliun, tumbuh 5,26% jika dibandingkan capaian 2024 yang sebesar Rp164,28 triliun.
Mayoritas penyaluran kredit diberikan oleh bank umum yang mencapai Rp169,45 triliun dan sisanya Bank Perekonomian Rakyat (BPR) sebesar Rp3,47 triliun.Tingkat rasio kredit bermasalah berada di level aman 3,65%.
Kepala Kantor OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Moch. Muchlasin mengatakan, meskipun pertumbuhannya masih cenderung moderat, namun capaian tersebut lebih tinggi jika dibandingkan penyaluran kredit pada 2024 yang hanya tumbuh 4,23%.
Perbaikan kinerja tersebut ditopang akibat mulai menggeliatnya pembiayaan kepada sektor riil, yang mana pelemahan sektor ini sempat menghambat realisasi penyaluran pada tahun sebelumnya.
"Pertumbuhan di 2025 yang lebih baik menunjukkan adanya percepatan pembiayaan kepada sektor riil seiring dengan membaiknya aktivitas ekonomi daerah," ucap Moch. Muchlasin di Makassar, Selasa (3/3/2026).
Penyaluran kredit di Sulsel selama 2025 didominasi oleh kredit produktif dengan cakupan 53,07% dari total penyaluran. Sementara sisanya terarah ke pembiayaan konsumtif.
Baca Juga
- Ratusan Brand Halal Bakal Dipamerkan di Muslim LifeFair Makassar, Bidik Transaksi Rp6 Miliar
- Mars Impact Fund Dibentuk, Setujui Pendanaan US$3 Juta untuk Pengembangan Kakao
- AirAsia Tambah Kapasitas Kargo dari Sulawesi, Dongkrak Peluang Ekspor Komoditas Laut
Sektor produktif berhasil tumbuh positif sebesar 3,06% pada 2025 setelah sebelumnya terkontraksi sebesar 0,08% pada 2024.
Jika dilihat berdasarkan sektor ekonomi, kredit yang disalurkan paling banyak diberikan untuk sektor perdagangan besar dan eceran, yang memiliki porsi paling besar mencapai 22,19% dari total.
"Sementara di sisi lain kredit konsumtif juga masih mencatatkan pertumbuhan yang tinggi yaitu sebesar 7,85%," tutur Moch. Muchlasin.





