Indeks Harga Sagam Gabungan atau IHSG sempat anjlok hingga 2,50% ke 7.740 pukul 09:21 WIB dalam perdagangan intraday, Rabu (4/3). Adapun pada pembukaan IHSG melemah 43,39 poin atau 0,55% ke posisi 7.896,38.
Merujuk data perdagangan BEI, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 3,29 poin atau 0,41% ke posisi 802.31. Adapun sepanjang minggu ini, IHSG sudah anjlok 3 hari beruntun dna sudah menjauh dari level 8.000.
Volume perdagangan pada pagi ini tercatat 10 miliar saham, dengan nilai transaksi Rp 5,3 triliun. Sementara itu kapitalisasi pasarnya menjadi Rp 13.862 triliun. Padahal pada penutupan perdagangan Januari 2026 lalu, IHSG ditutup naik tipis 0,22 poin ke 8.235 dan kapitalisasi pasarnya sebesar Rp 14.816 triliun.
Apabila dikalkulasikan, kapitalisasi pasar atau market cap sudah menguap hingga Rp 954 triliun. Selain itu, seluruh sektor terpantau berada di zona merah. Saham bahan baku mencatatkan penurunan terbesar yang mencapai Rp 4,54%.
Lalu Indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat (AS) anjlok pada perdagangan saham Selasa (3/3) karena kekhawatiran konflik berkepanjangan antara AS dan Iran yang mengguncang pasar. Dow Jones Industrial Average turun 403,51 poin atau 0,83% dan ditutup di level 48.501,27. S&P 500 turun 0,94% menjadi 6.816,63, sementara Nasdaq Composite tergelincir 1,02% menjadi 22.516,69.
Pada level terendahnya hari itu, S&P 500 anjlok 2,5% dan Nasdaq turun sekitar 2,7%. Dow Jones yang terdiri dari 30 saham sempat turun lebih dari 1.200 poin atau sekitar 2,6% pada level terendahnya.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Selasa sore bahwa Angkatan Laut AS akan mengawal kapal tanker melalui Selat Hormuz jika diperlukan. Ia juga mengatakan apapun yang terjadi AS akan memastikan aliran energi yang bebas ke seluruh dunia.
“Kekuatan ekonomi dan militer Amerika Serikat adalah yang terbesar di dunia, tindakan lebih lanjut akan segera dilakukan,” tulis Trump dalam posting di Truth Social, dikutip CNBC International, Rabu (4/3).
Dampak Peran Israel - IranPhintraco Sekuritas menilai kekhawatiran perang Amerika–Israel terhadap Iran akan berlangsung lebih lama dari perkiraan dan menjadi sentimen negatif yang mendorong pelemahan IHSG. Selain itu, koreksi pada sejumlah saham sektor energi dan pertambangan turut menambah tekanan pada indeks.
Di sisi lain, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan target produksi bijih nikel 2026 sebesar 209,08 juta ton, lebih rendah dibandingkan RKAB 2026 yang berada di kisaran 260–270 juta ton.
Secara teknikal, Phintraco menyebut IHSG telah menembus level psikologis 8.000 sekaligus berada di bawah MA200. Pembentukan histogram negatif oleh indikator MACD serta pergerakan Stochastic RSI yang mengarah turun di area pivot mengindikasikan potensi penurunan IHSG masih berlanjut.
“Jika support IHSG di 7.860 tertembus, diperkirakan akan menguji support berikutnya di 7.700–7.800,” tulis analisis Phintraco, Rabu (4/3).
Selain itu Phintraco Sekuritas menilai penutupan Selat Hormuz oleh Iran menimbulkan gejolak di pasar energi global, dengan negara-negara di Asia diperkirakan menghadapi dampak paling besar.
Selat tersebut merupakan jalur utama perdagangan minyak dunia, dengan sekitar 13 juta barel per hari (bpd) melewati rute tersebut pada 2025 atau sekitar 31% dari total aliran minyak mentah yang diperdagangkan melalui jalur laut.
Penutupan selat secara berkepanjangan diperkirakan akan mendorong kenaikan harga minyak mentah lebih lanjut. Hal itu berpotensi meningkatkan inflasi serta memengaruhi kebijakan moneter bank sentral.




