Ribuan warga gelar unjuk rasa di ibu kota Caracas, Venezuela, pada Selasa (3/3) dalam gelombang unjuk rasa yang menyerukan pembebasan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya Cilia Flores, setelah penangkapan oleh Amerika Serikat.
Aksi protes yang digelar di pusat kota itu dipenuhi oleh pendukung garis keras pemerintahan Maduro, termasuk pegawai negeri, mahasiswa, dan keluarga tahanan politik.
Para demonstran membawa poster bergambar Maduro dan Flores sambil meneriakkan slogan seperti “Bebaskan Presiden kami!” dan “Stop intervensi asing!”.
Dikutip dari Reuters, putra Maduro dan anggota parlemen Nicolas Maduro Guerra ikut serta dalam pawai tersebut dan bahkan mengatakan kepada kerumunan bahwa ayahnya pernah berkata kepadanya, "Jangan biarkan siapa pun mengambil kegembiraan kita."
Maduro ditahan di New York sambil menunggu persidangan atas tuduhan terorisme narkoba dan perdagangan kokain. Mantan presiden itu telah menyatakan tidak bersalah. Flores juga telah menyatakan tidak bersalah atas tuduhan federal, termasuk perdagangan narkoba.
Setelah Maduro ditangkap, Departemen Keuangan AS mengeluarkan lisensi umum yang memungkinkan perusahaan untuk memperdagangkan minyak Venezuela dan beroperasi di sektor minyak dan gas negara tersebut, dengan syarat mereka memenuhi kondisi tertentu yang ditetapkan oleh Kantor Pengawasan Aset Asing Departemen Keuangan.
Majelis Nasional Venezuela mengesahkan reformasi undang-undang hidrokarbon negara itu pada akhir Januari untuk memfasilitasi investasi asing di industri minyak yang sedang lesu.




