Dolar Amerika Serikat (AS) naik ke level tertinggi dalam tiga bulan pada awal perdagangan Asia Rabu (4/3/2026).
IDXChannel - Dolar Amerika Serikat (AS) naik ke level tertinggi dalam tiga bulan pada awal perdagangan Asia Rabu (4/3/2026). Investor menjauhi euro di tengah konflik yang makin meluas di Timur Tengah dan memicu kekhawatiran kenaikan harga energi yang berkepanjangan.
Melansir Reuters, indeks dolar yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap sekeranjang enam mata uang utama, naik 0,2 persen ke 99,284, level terkuat sejak 28 November.
Terhadap yen, dolar AS relatif stabil di 157,68 yen. Poundsterling Inggris turun 0,3 persen ke USD1,3315.
Terhadap yuan China di pasar offshore, dolar stabil di 6,9225 yuan setelah data PMI Februari menunjukkan perbedaan hasil, indikator resmi mencatat perlambatan aktivitas, sementara versi sektor swasta melampaui perkiraan.
Dolar Australia turun 0,6 persen ke USD0,6995, meskipun data menunjukkan pertumbuhan PDB kuartal keempat meningkat dan melampaui ekspektasi.
Euro turun 0,3 persen ke USD1,1581, memperpanjang pelemahan untuk hari ketiga setelah sebelumnya menyentuh level terendah sejak akhir November.
Hal itu terjadi setelah data yang dirilis Selasa menunjukkan inflasi zona euro pada Februari lebih tinggi dari perkiraan, sebelum konflik Iran dimulai.
"Dampak perang Iran terhadap EUR/USD pada dasarnya hanya satu, yaitu energi," kata Kepala Riset Valas Global di Deutsche Bank, George Saravelos.
(NIA DEVIYANA)





