- Gubernur DKI Jakarta menyoroti rasio gini 0,411 yang tinggi meskipun ekonomi tumbuh 5,21% per 3 Maret 2026.
- Pemprov DKI fokus evaluasi program bantuan pendidikan seperti KJP dan KJMU yang kini mencakup mahasiswa S2 dan S3.
- Rencana peluncuran LPDP Jakarta tahun depan bertujuan mengirim siswa terbaik belajar di luar negeri untuk mengurangi kesenjangan.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyoroti ketimpangan ekonomi yang masih membayangi ibu kota di tengah pertumbuhan ekonomi yang positif.
Saat menyambangi kawasan Glodok, Jakarta Barat, pada Selasa (3/3/2026), Pramono mengungkapkan bahwa angka rasio gini Jakarta masih cukup mencolok.
"Pertanyaan mendasar Jakarta sekarang ini adalah gini rationya 0,411, masih tinggi. Walaupun pertumbuhan ekonomi Jakarta sekarang ini 5,21, lebih baik daripada pertumbuhan ekonomi nasional 5,11, tetapi gini ratio Jakarta masih tinggi. Gini ratio itu perbedaan orang kaya dan miskin," ujarnya.
Ia berpendapat bahwa tingginya angka disparitas tersebut dipicu oleh pemusatan kaum berpunya di wilayah Jakarta.
"Kenapa Jakarta tinggi? Karena semua orang kaya di republik ini ada di Jakarta," tuturnya.
Guna mengikis kesenjangan tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memilih fokus untuk melanjutkan sekaligus mengevaluasi program bantuan sosial di bidang pendidikan.
Pramono menjelaskan bahwa distribusi Kartu Jakarta Pintar (KJP) kini telah menjangkau sebanyak 707.520 siswa di seluruh Jakarta.
Selain KJP, terdapat pula Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) yang menyasar 16.920 mahasiswa dengan skema yang kini dibuat jauh lebih luas.
"Kalau dulu KJMU hanya untuk S1, sekarang boleh untuk S2 dan S3," katanya.
Baca Juga: Titip Pesan ke Ahok Lewat Veronica Tan, Pramono Anung: Urusan Sumber Waras Sudah Beres
Politisi senior PDI Perjuangan (PDIP) ini menekankan bahwa pendidikan merupakan instrumen paling krusial dalam mengubah nasib sebuah keluarga.
"Saya meyakini, untuk memotong garis ketidakberuntungan dalam keluarga, pendidikan atau sekolah itu nomor satu," tegasnya.
Langkah revolusioner lainnya yang tengah disiapkan adalah peluncuran beasiswa khusus bernama LPDP Jakarta yang ditargetkan mulai berjalan tahun depan.
Program ini nantinya akan menjalin kolaborasi dengan LPDP Pusat guna mengirimkan putra-putri terbaik Jakarta untuk menimba ilmu di mancanegara.
"Mudah-mudahan tahun depan ini, Jakarta sudah bisa membagi LPDP Jakarta untuk anak-anak kita terbaik bisa sekolah di luar negeri. Kami akan bekerja sama dengan LPDP Pusat," ungkap Pramono.
Harapannya, akses pendidikan tinggi tingkat global ini dapat memberikan kesempatan bagi warga dari keluarga kurang mampu untuk memperluas cakrawala mereka.




