Kucing Lucu Ini Punya Suara Unik, Bisa Menggonggong seperti Anjing

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Jika singa dan harimau selalu jadi bintang utama dalam keluarga kucing besar, ada anak kecil di dunia kucing yang tak kalah menarik perhatian. Dia adalah kucing pasir, hewan unik yang bukan hanya lebih dari lincah, tapi juga punya suara mirip anjing.

Spesies ini dikenal dengan nama ilmiah Felis margarita. Ukurannya tergolong mungil, dengan panjang tubuh sekitar 45 hingga 57 centimeter. Namun ekornya bisa menambah panjang hampir setengah tubuhnya lagi, yakni 28 hingga 35 centimeter. Bobotnya pun ringan, hanya berkisar 1 hingga 3 kilogram.

Meski bertubuh mini, kucing pasir adalah predator yang sangat teradaptasi. Mereka aktif pada malam hari dan mengandalkan pendengaran tajam untuk mendeteksi mangsa. Menariknya, kucing pasir adalah satu-satunya anggota keluarga kucing (felid) yang hidup secara eksklusif di habitat gurun.

Mereka menyukai gurun berpasir yang menjadi rumah bagi hewan-hewan kecil seperti tikus berduri, gerbil, jird, dan jerboa. Tak hanya itu, kucing pasir juga memangsa burung kecil, anak kelinci liar, bahkan reptil. Di Gurun Sahara, mereka diketahui mampu membunuh ular berbisa jenis sand viper. Kadang-kadang, mangsa yang tertangkap akan dikubur di pasir untuk disantap kemudian.

Kucing pasir adalah hewan soliter. Namun saat musim kawin tiba, mereka akan saling mencari. Untuk memudahkan pertemuan di hamparan gurun yang luas, mereka memiliki panggilan kawin khas yang terdengar seperti gonggongan anjing atau suara anjing laut.

Suara keras ini berpadu dengan kemampuan pendengaran luar biasa, memungkinkan mereka menemukan pasangan meski terpisah jarak jauh di lanskap gurun yang sunyi.

Distribusi kucing pasir tergolong tersebar dan tidak merata. Catatan menunjukkan keberadaan mereka di Afrika Utara dan sebagian wilayah Asia. Namun menentukan secara pasti wilayah jelajah totalnya bukan perkara mudah.

Yang jelas, kucing pasir menyukai habitat gurun sejati, mulai dari Maroko, melintasi Semenanjung Arab, hingga negara-negara seperti Pakistan, Kazakhstan, dan Suriah.

Kucing pasir adalah penggali ulung. Mereka mampu membuat liang sendiri serta menggali mangsa yang bersembunyi di dalam pasir. Salah satu adaptasi paling unik adalah bulu panjang dan lebat yang menutupi telapak kaki mereka. Lapisan ini melindungi kaki dari panas ekstrem pasir gurun.

Bukan hanya itu, bulu tersebut juga membuat jejak kaki mereka nyaris tak terlihat. Akibatnya, kucing pasir menjadi salah satu kucing liar paling sulit dilacak oleh ilmuwan.

Di balik tubuh mungilnya, kucing pasir adalah contoh sempurna bagaimana evolusi membentuk predator yang efisien dan tangguh. Di tengah kerasnya gurun, mereka bertahan dengan sunyi, gesit, dan nyaris tanpa jejak.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perjalanan Umrah dari DIY Tetap Berjalan Meski Ada Imbauan Penundaan
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
OJK Geledah Kantor Sekuritas PT MASI di SCBD, Ini Kasusnya
• 41 menit lalukatadata.co.id
thumb
[FULL] Perang AS-Iran Diprediksi 4-5 Pekan, Apa Dampaknya bagi Dunia? | KOMPAS PETANG
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Kedubes AS di Arab Saudi Tutup Total Usai Serangan Drone, Layanan Darurat Dibatalkan
• 22 jam lalusuara.com
thumb
Residivis Curanmor Kambuhan Kembali Diringkus, Sudah 5 Kali Beraksi
• 19 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.