OJK Geledah Kantor Sekuritas PT MASI di SCBD, Ini Kasusnya

katadata.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Otoritas Jasa Keuangan atau OJK menggeledah kantor sekuritas berinisial PT MASI di Gedung Treasury, Kawasan Niaga Terpadu Sudirman (SCBD), Jakarta Selatan.

Secara terperinci, Gedung Treasury menjadi kantor beberapa manajer investasi, seperti PT Majoris Asset Management, PT Kiwoom Sekuritas Indonesia, dan PT Buana Capital Indonesia. Adapun salah satu manajer investasi dengan inisial PT MASI di gedung tersebut adalah PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia.

"Kami telah menetapkan dua tersangka dalam kasus ini dari PT MASI. Karena itu, kami mencari alat bukti melalui kegiatan penggeledahan ini," kata Penyidik Kelompok Penyidik Sektor Jasa Keuangan OJK, Daniel Bolly Hyronimus Tifaona, di Gedung Treasury, Rabu (4/3).

Berdasarkan pantauan Katadata.co.id, penggeledahan di kantor PT MASI dilakukan bersama Bareskrim Polri. Daniel menekankan kepolisian hanya mendampingi OJK dalam proses penggeledahan.

Dia menyampaikan, penggeledahan tersebut dilakukan setelah OJK menetapkan dua tersangka dari Mirae Asset, yakni AS dan M. Menurutnya, kedua aktor tersebut telah melalui proses pemeriksaan sebagai saksi sebelum menjadi tersangka belum lama ini.

"Kedua tersangka kami sangkakan melanggar pasal-pasal dalam Undang-Undang No 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, yakni perdagangan semu dan perdagangan orang dalam," katanya.

Daniel mengatakan, dugaan pelanggaran perdagangan orang dalam (insider trading) dan transaksi semu dilakukan pada 2020-2022. Adapun emiten yang menjadi alat untuk meraup keuntungan ilegal oleh perusahaan investasi asal Korea Selatan itu adalah PT Berkah Beton Sedaya Tbk atau BEBS.

Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan, dan Komunikasi OJK, M Ismail Riyadi mengungkapkan, penyidik OJK telah memeriksa 25 orang saksi dari Mirae Asset. Seluruh saksi telah memberikan keterangan terkait pelanggaran perdagangan orang dalam atau insider trading, manipulasi penawaran publik perdana, dan transaksi semu.

Berdasarkan data Ajaib, harga saham BEBS tertinggi terjadi sekitar 5 Februari 2022 yang mencapai Rp 7.250 per saham. Angka tersebut naik lebih dari 72 kali lipat dari harga IPO aliae penawaran publik perdana BEBS pada Maret 2021 senilai Rp 100 per saham.

OJK belum memerinci modus transaksi semu maupun insider trading yang dilakukan oleh Mirae Asset. Namun transaksi semu umumnya praktik jual-beli satu pihak untuk menaikkan harga saham tertentu. Sementara insider trading adalah menggunakan informasi sebuah emiten untuk mendahului tren pasar demi mendapatkan keuntungan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
RI Bakal Ekspor 2.281 Ton Beras ke Arab Saudi pada 7 Maret 2026
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung dan Sekitarnya Hari Ini 4 Maret 2026
• 1 jam lalurctiplus.com
thumb
Ini Pasal Larangan Ikut Tender yang Jerat Bupati Pekalongan Jadi Tersangka
• 2 jam laludetik.com
thumb
Iran Tutup Selat Hormuz, Ancam Serang Kapal yang Melintas
• 5 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Dua Kapal Feri Terdampar,  Pengelolaan Aset Pemprov NTT Jadi Sorotan
• 4 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.