Shopee Indonesia bersama Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia menggelar acara laporan capaian satu tahun program Emak-Emak Matic dan Gen Matic di Trinity Tower, Jakarta Selatan, Rabu (4/3/2026).
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf), Teuku Riefky Harsya serta jajarannya. Turut hadir pula Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekraf, Muhammad Neil El Himam, Direktur Konten Digital, Kementerian Ekraf, Yuana Rochma Astuti, beserta jajaran Shopee Indonesia dan sejumlah peserta program.
Program Emak-Emak Matic (Melek Teknologi) adalah inisiatif Shopee dan Kemenekraf bersama sejumlah mitra yang diluncurkan pada Desember 2024. Program ini bertujuan meningkatkan ekonomi perempuan melalui pelatihan digital fleksibel.
Deputy Director Government Relations Shopee Indonesia, Balques Manisang, mengatakan peningkatan literasi digital berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi digital nasional.
“Peningkatan valuasi ekonomi digital di Indonesia naik lebih dari empat puluh persen dari 2021 ke 2025 ya. Ini lebih dari seratus miliar US Dollar dalam lima tahun terakhir. Jadi quite a number,” kata Balques dalam sambutannya.
Ia menambahkan, dalam lima tahun terakhir angka literasi digital di Indonesia juga tumbuh signifikan.
“Dalam lima tahun terakhir angka literasi digital di Indonesia mengalami pertumbuhan yang signifikan sampai tujuh belas koma delapan persen. Sangat positif,” ujarnya.
Balques menjelaskan, melalui Kampus UMKM Shopee Kelas Online yang berdiri sejak 2021, Shopee telah melatih jutaan UMKM dari ratusan kota.
“Sudah lima ratus empat belas kabupaten dan kota yang sudah kita latih dan hampir empat ratus modul lebih pelatihan yang dibuat oleh tim Shopee sesuai kebutuhan UMKM. Dan ada lebih dari tiga ratus lima puluh ribu jam pelatihan diberikan oleh trainer yang tersertifikasi oleh BNSP,” jelasnya.
Sepanjang 2025, roadshowEmak-Emak Matic dan Gen Matic telah digelar di delapan kota, mulai dari Malang, Jakarta, Bogor, Solo, Balikpapan, Kediri, Bali, hingga Tangerang, dengan total peserta mendekati 3.000 oranhg.
Balques memaparkan, dampak program ini terlihat dari kenaikan performa bisnis peserta.
“Peserta yang merupakan penjual Shopee mengalami peningkatan sampai tiga kali lipat setelah mengikuti sesi Emak-Emak Matic dan Gen Matic ini. Merchant ShopeeFood juga mengalami peningkatan rata-rata sampai satu koma delapan kali lipat peningkatan jumlah pesanan ShopeeFood. Nah, yang lebih mengagetkan lagi, dari Shopee Affiliate rata-rata mengalami peningkatan hingga delapan kali lipat,” ungkapnya.
Tak hanya melaporkan capaian, Shopee juga memberikan apresiasi kepada peserta dengan performa terbaik di tiga kategori, yakni penjual Shopee, merchant ShopeeFood, dan affiliate. Masing-masing mendapat dukungan berupa pendampingan, peningkatan eksposur, hingga saldo iklan senilai Rp15 juta.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengapresiasi kolaborasi tersebut. Ia menegaskan program ini memberi dampak langsung bagi masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Shopee Indonesia karena kolaborasinya tidak hanya seremoni tetapi ini berdampak, impact langsung kepada para peserta, para masyarakat,” ujar Riefky.
Ia berharap program ini bisa diperluas, baik dari sisi wilayah maupun cakupan peserta.
“Selain perluasan wilayah, tetapi juga mungkin bisa masuk ke segmen-segmen lainnya. Misalnya, kita bisa kembangkan menjadi Santri Matic,” katanya.
Menurutnya, digitalisasi bisa menjadi solusi untuk memperkuat daya tahan ekonomi keluarga, terutama di tengah situasi global yang tak menentu.
“Sangat mungkin apa yang kita lihat di pemberitaan terkait dengan situasi perang dan sebagainya, ini akan berdampak langsung ke dapur rumah kita. Di sinilah bagaimana resilience dari para ibu-ibu,” ucapnya.
Riefky juga menyoroti tingginya angka pengangguran muda di Indonesia.
“Kalau kita lihat pengangguran hari ini dari sekitar tujuh koma empat juta jiwa pengangguran, delapan puluh dua persen itu generasi muda, delapan puluh dua persen itu di bawah empat puluh tahun,” katanya.
Ia menilai, pelatihan digital seperti Gen Matic bisa menjadi salah satu solusi penyerapan tenaga kerja, baik sebagai affiliate, merchant, maupun penjual online.
Ke depan, Kemenekraf dan Shopee berencana melanjutkan program Emak-Emak Matic dan Gen Matic pada 2026, sekaligus membuka peluang kolaborasi baru, termasuk untuk pemberdayaan santri dan daerah pascabencana.
“Sekali lagi terima kasih, mudah-mudahan yang kita lakukan ini bermanfaat dan juga membantu bangkitnya Indonesia, membantu membuka lapangan kerja rakyat Indonesia,” tutup Riefky.





