Pelatih Panjat Tebing Indonesia, Hendra Basir, dituding melakukan pelecehan seksual pada sejumlah atlet. Kini, tim pencari fakta yang ditugaskan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) mengutarakan bahwa jumlah korban bertambah.
Awalnya, ada 8 korban pelecehan. Namun, ada kabar jumlah bertambah menjadi 10 orang. Robertus Robet selaku salah satu Tim Pencari Fakta FPTI membenarkan ada penambahan korban tapi belum mau mengungkap jumlah pastinya.
"Jadi, ini ada penambahan dari laporan pengaduan. Yang semula hanya dari 8 atlet, termasuk pendamping. Dan ini ketahui ada penambahan pengaduan. Jadi jumlah persisnya berapa itu saya belum tahu. Tapi ada penambahan, ada penambahan laporan, baik dalam kasus pelecehan maupun kasus kekerasan fisik," jelas Robertus kepada kumparan, Selasa (3/3).
"Saat ini kami sedang menyusun, selain wawancara-wawancara dan interview, kami sedang mempersiapkan metode yang pas untuk bisa melihat pertautan dimensi etis dan dimensi legalnya. Karena ada dimensi gender yang perlu kita perhatikan. Ada martabat yang harus dijaga," tambahnya.
Kasus ini sudah menjadi perhatian Menpora Erick Thohir. Robertus menganggap respns tegas Menpora sudah bagus.
"Jadi memang sudah sangat baik ya, pihak Kemenpora merespons ini dengan tegas gitu. Itu bagus gitu ya, karena ini dunia olahraga itu kan sekarangdunia sepak bola itu rasisme sudah betul-betul harus dihapus. Begitu juga segala macam jenis diskriminasi, termasuk diskriminasi gender dan seksual. Itu etika penting yang memang harus kita pegang," ungkap Robertus.
Erick mengatakan bahwa terduga pelaku tersebut akan dijatuhkan hukuman seberat-beratnya apabila terbukti nanti. Hukuman larangan sanksi seumur hidup di dunia olahraga akan diterapkan.
"Apabila terbukti terjadi pelecehan seksual atau kekerasan fisik, kami tidak akan memberikan toleransi. Pelaku harus menerima sanksi paling berat, termasuk larangan seumur hidup dari dunia olahraga. Apabila terdapat unsur pidana, maka kita harus proses sesuai dengan hukum yang berlaku di negara yang kita cintai ini, negara Indonesia," jelas Erick dalam keterangan resminya.
Sebelumnya, FPTI telah menonaktifkan pelatih Hendra Basir karena diduga melakukan pelecehan dan kepada atlet. Sekretaris Umum FPTI, Wahyu Pristiawan Bintoro, menyebut keamanan atlet adalah hal yang utama. FPTI juga membentuk tim guna menginvestigasi kasus ini.
"Jadi, sesuai surat keputusan organisasi, Hendra Basir diberhentikan sementara. FPTI menyikapi setiap aduan yang masuk dengan serius karena keamanan atlit adalah prioritas utama kami,” ucap Wahyu kepada kumparan, Rabu (25/2).
“FPTI telah membentuk Tim Investigasi yang diketuai oleh Bapak Harry Ponto ketua Peradi, dan anggotanya diantaranya adalah Prof. Robertus Robert, sesuai dengan mekanisme organisasi. Kita tunggu hasil resminya,” tambahnya.





