Bisnis.com, SUMEDANG – Pemerintah Kabupaten Sumedang meminta seluruh pengelola dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk publikasikan secara digital menu melalui platform dashboard khusus.
Langkah ini diambil guna menjamin transparansi serta memastikan standar higienitas konsumsi bagi siswa di wilayah tersebut.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menegaskan publikasi menu harian merupakan instrumen krusial untuk membangun kepercayaan publik.
Melalui akses informasi yang terbuka, masyarakat dapat memantau langsung kualitas nutrisi yang dikonsumsi anak-anak mereka, sekaligus menciptakan iklim kompetisi yang sehat antar-penyedia jasa dapur MBG.
"Masyarakat harus bisa meyakini bahwa anak-anak mereka mengonsumsi makanan yang sehat dan higienis. Ini bukan sekadar menjalankan program, tetapi upaya kolektif menyelamatkan generasi mendatang melalui pemenuhan asupan gizi yang optimal," ujar Dony.
Dony mengingatkan para mitra agar mengedepankan profesionalisme dan kepatuhan regulasi. Ia menekankan juga seluruh dapur wajib mengantongi perizinan formal, termasuk Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Baca Juga
- 308 SPPG di Sumsel Belum Kantongi SLHS Terancam Distop, KPPG: Maksimal Satu Bulan
- BGN: Setiap SPPG Terima Rp500 Juta per Hari untuk Jalankan MBG
- Menu MBG Ramadan di Batam Disorot, SPPG Pastikan Evaluasi dan Perbaikan
"Kuncinya adalah koordinasi yang solid antara mitra dapur, SPPG, dan Satgas MBG. Jangan saling menyalahkan, tetapi harus saling menguatkan untuk memastikan seluruh persyaratan regulasi terpenuhi sesuai aturan yang berlaku," tegas Bupati.
Terkait keberlanjutan pasokan bahan baku, Pemerintah Kabupaten Sumedang saat ini tengah menyelaraskan skema integrasi sesuai instruksi pusat. Dapur SPPG diarahkan untuk menyerap pasokan pangan dari Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Dony mengungkapkan pemda sedang menyusun perencanaan agar KDKMP dapat berperan sebagai agregator atau pengepul hasil produksi masyarakat lokal. Langkah integrasi ini dinilai penting untuk menjamin stabilitas ketersediaan bahan baku sekaligus memastikan potensi ekonomi di tingkat desa terserap secara maksimal dalam ekosistem program Makan Bergizi Gratis.
Ketua FKM MBG Sumedang Oom Supriatna menjelaskan bahwa forum ini nantinya akan berfungsi sebagai wadah konsolidasi mitra dapur untuk mengoptimalkan potensi sumber daya manusia dan alam lokal guna memenuhi kebutuhan operasional harian.
Oom menambahkan, aspek pemberdayaan ekonomi kerakyatan menjadi pilar utama dalam pergerakan forum ini. FKM MBG berkomitmen untuk melibatkan masyarakat lokal dalam proses produksi, yang diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru serta mendukung program strategis Presiden Prabowo Subianto di tingkat daerah.




