Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menyebut tingginya harga daging ayam disebabkan distributor nakal. Ia mengatakan ada tengkulak yang mempermainkan harga untuk meraup keuntungan pribadi.
Amran memastikan produsen daging ayam tidak terlibat menjadi biang kerok tingginya harga daging ayam.
“Kami diberitahu tadi, yang menaikkan ternyata middleman. Daging (ayam) dia naikkan Rp 23.000 per kilogram. Ayam dinaikkan Rp 8.000. Untuk yang distributor besarnya, itu enggak benar. Produsennya sudah tidak naikkan,” kata Amran di Kelapa Gading, Jakarta, Rabu (4/3).
Berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional, rata-rata harga daging ayam ras segar dibanderol Rp 41.450 per kg atau lebih tinggi dari Harga Acuan Penjualan (HAP) Rp 40.000 per kg.
Amran menegaskan pihaknya telah menindak dengan menyegel usaha para tengkulak nakal tersebut. Menurutnya, ada aturan berupa HAP yang seharusnya ditaati oleh semua pelaku usaha.
“Daging ayam sama telur itu tadi aku sudah beresin, ditutup perusahaannya,” ujar Amran.
Pemerintah mengatur HAP daging ayam dalam Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 6 Tahun 2024 tentang Harga Acuan Pembelian di Tingkat Produsen dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen Komoditas Jagung, Telur Ayam Ras dan Daging Ayam Ras.
Dalam aturan tersebut, daging ayam ras dibanderol Rp 25.000 untuk Harga Acuan Pembelian (HAP) di tingkat produsen dan Rp 40.000 untuk HAP di tingkat konsumen.





