BEKASI, KOMPAS.com – Koordinator Petugas Program Mudik Motor Gratis (Motis) Stasiun Bekasi, Rizki Prastya, mengungkapkan bahwa sepeda motor dan penumpang peserta Program Motis yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan akan diberangkatkan dalam satu rangkaian kereta yang sama.
“Motor dan penumpang itu satu rangkaian. Jadi ketika motornya sampai, penumpangnya juga sampai,” ujar Rizki kepada Kompas.com di Stasiun Bekasi, Rabu (4/3/2026).
Menurut Rizki, proses pengambilan kendaraan di lokasi tujuan tidak akan memakan waktu lama.
Baca juga: Dua Maling Bersajam yang Ditangkap di Johar Baru Ternyata Spesialis Motor Matic
Peserta hanya perlu menunggu proses pembongkaran selesai sebelum membawa pulang kendaraannya.
“Paling sekitar satu atau dua jam dan bisa langsung dibawa motor tersebut,” kata dia.
Rizki menjelaskan, program Motis merupakan program tahunan yang telah berjalan sejak 13 tahun lalu dan terus berlanjut sampai saat ini.
“Program Motis ini kebetulan sudah ada dari tahun 2013 dan masih berlanjut sampai tahun 2026. Ini jadi program tahunan,” ujarnya.
Ia menuturkan, tujuan utama program ini adalah untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas saat arus mudik Lebaran, khususnya bagi masyarakat yang biasanya menggunakan sepeda motor bersama keluarga dan membawa barang dalam jumlah banyak.
“Pemerintah itu menyediakan fasilitas berupa pengiriman motor gratis dan penumpangnya agar mengurangi kecelakaan lalu lintas pada saat masa mudik Lebaran,” kata Rizki.
Sejak pendaftaran dibuka pada 1 Maret 2026, antusiasme masyarakat disebut cukup tinggi. Meski demikian, Rizki memastikan proses pendaftaran di Stasiun Bekasi berjalan lancar.
“Sejauh ini sangat aman ya, bisa terkendali. Paling karena antusiasnya banyak dari para pemudik, paling kendalanya ya kurang SDM-nya aja,” ujarnya.
Ia menyebut, hari-hari awal pembukaan pendaftaran menjadi puncak antusiasme masyarakat karena kuota masih tersedia cukup banyak.
Baca juga: 2 Lapangan Padel di Jakarta Utara Disegel karena Tanpa Izin
“Dari hari pertama sampai hari ini masih banyak warga yang melakukan pendaftaran, hari puncak ibaratnya. Karena kan kuotanya masih banyak,” ujar Rizki.
Menurut dia, keterbatasan tiket kereta api reguler untuk arus mudik Lebaran membuat sebagian masyarakat beralih ke program Motis.
“Jadi mereka terakhir pilihannya ke sini. Karena di sini kita menyediakan fasilitas pengiriman motor dan juga penumpangnya secara gratis,” jelasnya.





