JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Kebijakan Publik Meta, Berni Moestafa, mengatakan bahwa pihaknya berupaya agar platformnya aman bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Hal tersebut dia sampaikan usai Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI Meutya Hafid bersama jajarannya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Meta, Senayan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (4/3/2026).
“Tentu di Meta kami mengupayakan agar platform kami tetap aman bagi seluruh masyarakat Indonesia,” jelas dia.
Baca juga: Menkomdigi: Meta Harus Patuhi Hukum karena Ambil Untung dari Indonesia
Oleh karena itu, Meta berkomitmen untuk menindaklanjuti beberapa permintaan Meutya.
“Agar bisa melakukan perbaikan-perbaikan yang tentunya diharapkan membuat platform kami lebih aman buat kita semua,” tegas dia.
Menkomdigi sebut Meta belum cukup patuh
Menkomdigi Meutya mengungkapkan bahwa banyak kepatuhan Meta terhadap regulasi di Indonesia yang belum dilakukan.
“Ini kita lakukan setelah berbagai upaya pemerintah berkomunikasi dengan Meta, baik itu formal, persuasif, dan akhirnya terpaksa harus sidak. Karena banyak kepatuhan yang belum dilaksanakan,” jelas dia saat ditemui usai sidak.
Saat ditanya sejauh mana tingkat kepatuhan platform Meta terhadap regulasi Indonesia, dia pun tak segan mengungkapkannya.
“Di bawah 30 persen,” tegas dia.
Baca juga: Menkomdigi Nyatakan Meta Belum Patuhi Aturan Indonesia
Dalam sidak ini, Meutya meminta beberapa hal kepada Meta. Beberapa diantaranya adalah keterbukaan algoritma dan moderasi konten.
Meutya juga menyoroti soal penanganan Meta terhadap disinformasi dan penipuan daring atau online scamming.
Ia menegaskan, Indonesia merupakan pasar digital yang sangat besar dengan sekitar 230 juta pengguna internet.
Karena itu, diperlukan pengawasan yang memadai agar ruang digital tetap aman dan melindungi masyarakat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang