Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat inflasi Daerah Istimewa Yogyakarta pada Februari 2026 tetap dalam rentang terkendali di tengah dinamika harga pangan menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 H.
Pelaksana Tugas Kepala BPS DIY, Endang Tri Wahyuningsih, menyampaikan bahwa pada Februari 2026 inflasi DIY sebesar 0,68 persen secara bulanan (month-to-month) dan 4,91 persen secara tahunan (year-on-year).
Kenaikan harga bulanan terutama dipicu oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang naik 4,17 persen, salah satunya karena kenaikan harga emas perhiasan.
Selain itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga naik 1,35 persen, dengan komoditas seperti cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, dan telur ayam ras menjadi penyumbang utama.
Di sisi lain, kelompok transportasi turun 0,21 persen sehingga membantu menjaga keseimbangan harga.
“Secara umum, kondisi harga masih relatif stabil dan terjaga,” jelas Endang, Senin (2/3).
Indikator Kesejahteraan Petani Meningkat
Selain inflasi yang terkendali, BPS DIY juga mencatat perbaikan indikator kesejahteraan petani. Nilai Tukar Petani (NTP) DIY pada Februari 2026 tercatat sebesar 110,94 atau naik 2,22 persen dibandingkan Januari.
Artinya, pendapatan yang diterima petani meningkat lebih tinggi dibandingkan pengeluaran mereka.
Kenaikan ini didorong oleh naiknya harga komoditas seperti ayam ras pedaging, cabai rawit, cabai merah, dan telur ayam ras. Indeks Harga yang Diterima Petani naik 3,83 persen.
Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) juga meningkat menjadi 116,57 atau tumbuh 3,67 persen dibanding bulan sebelumnya. Meski biaya produksi seperti bibit, upah tanam dan panen, serta pakan ternak naik, usaha pertanian secara umum masih memberikan margin yang lebih baik.
Ekspor Tumbuh, Impor Turun
Dari sisi perdagangan luar negeri, ekspor DIY pada Januari 2026 mencapai US$46,94 juta, tumbuh 8,14 persen dibandingkan tahun lalu. Produk pakaian rajutan dan nonrajutan masih menjadi komoditas andalan.
Sementara itu, impor turun 29,53 persen menjadi US$13,08 juta. Dengan kondisi tersebut, neraca perdagangan DIY tetap surplus.
Pariwisata dan Aktivitas Ekonomi Tetap Bergerak
BPS mencatat kunjungan wisatawan mancanegara melalui Bandara Internasional Yogyakarta pada Januari 2026 sebanyak 6.791 kunjungan, tumbuh 1,10 persen secara tahunan.
Perjalanan wisatawan Nusantara mencapai 3,53 juta perjalanan, menandakan aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan.
Jelang Idulfitri: Harga dan Stok Pangan Aman
Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 H, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY melakukan pemantauan langsung ke sejumlah titik distribusi dan pasar modern.
Penjabat Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Dedi Budiono, menyampaikan bahwa stok bahan pokok memadai dan tidak ditemukan lonjakan permintaan signifikan.
“Kami melihat stok aman, dan beberapa komoditas bahkan berada di bawah Harga Acuan Pemerintah,” ujarnya.
Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda DIY, Eling Priswanto, memastikan sembilan bahan pokok dalam kondisi aman terkendali, termasuk pasokan LPG 3 kg yang tetap tersedia dengan harga sesuai HET Rp18.000.
Pemerintah Daerah DIY mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying. Jika ditemukan indikasi penimbunan, masyarakat diminta melapor kepada TPID DIY atau melalui Pertamina Contact Center 135 untuk pengaduan LPG.





