JAKARTA, KOMPAS.TV – Mantan Kabareskrim Polri, Komjen Pol (Purn) Susno Duadji, menyampaikan analisisnya terkait kasus dugaan pencurian yang mengakibatkan seorang korban meninggal dunia dan satu lainnya terluka parah di Bekasi.
Menurut Susno, harus dibedakan antara apakah kasus itu murni perampokan yang menghilangkan nyawa orang untuk mengambil harta benda, atau pembunuhan murni yang berkedok perampokan.
“Nah itu yang harus dibedakan. Yang paling gampang adalah untuk mengungkap kasus ini, tentunya dengan pertama memintai keterangan saksi orang-orang terdekat tentang aktivitas daripada korban, itu satu,” kata Susno dalam dialog Kompas Petang, Kompas TV, Rabu (4/3/2026).
Baca Juga: Fakta-Fakta Kasus Dugaan Perampokan Maut di Bekasi: Anak Korban Nilai Mengarah ke Pembunuhan
Yang kedua, lanjut Susno, meski tidak ada kamera pemantau atau CCTV di tempat kejadian perkara (TKP), polisi masih dapat menemukan informasi dari sana.
“Antara lain, pertama, masih ada korban yang hidup, yaitu istri. Yang kedua, pada istri dari korban, adakah benda-benda berharga yang tidak diambil oleh perampok, misalnya berupa emas, berupa perhiasan,” tuturnya.
“Yang ketiga, adakah di TKP benda-benda yang diambil oleh perampok,” lanjutnya.
Susno juga menyoroti tentang informasi adanya kunci mobil yang hilang dari TKP namun mobilnya tidak diambil.
Ia berpendapat, ada kemungkinan pelaku mengambil kunci mobil bukan bertujuan mencuri mobilnya, tetapu agar orang tidak bisa mengejar dengan kendaraan.
Saat ditanya apakah itu bisa dijadikan indikator bahwa ini bukan sekadar perampokan, Susno membenarkan.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- susno duadji
- mantan kabareskrim
- perampokan bekasi
- pembunuhan di bekasi
- bekasi





