Heru Tjahjono DPR: Perlindungan Pekerja Migran di Negara Konflik Harus Jadi Prioritas Nasional

jpnn.com
4 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat makin meluas dan berdampak pada sejumlah negara Teluk seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Bahrain, hingga Irak.

Negara-negara tersebut merupakan tujuan utama pekerja migran Indonesia sehingga situasi keamanan yang tidak menentu menuntut langkah cepat dan terukur dari pemerintah untuk memastikan keselamatan WNI, khususnya para pekerja migran.

BACA JUGA: Finnet dan KP2MI Teken Kerja Sama Digitalisasi Layanan bagi Pekerja Migran Indonesia

Anggota Komisi IX DPR RI Heru Tjahjono menegaskan bahwa perlindungan pekerja migran harus menjadi prioritas utama negara.

Berdasarkan data resmi publikasi Januari 2026 dari KP2MI, jumlah pekerja migran Indonesia yang tercatat berada di kawasan tersebut antara lain Arab Saudi sebanyak 8.308 orang, Uni Emirat Arab 1.439 orang, dan Kuwait 763 orang, dengan mayoritas bekerja sebagai asisten rumah tangga, perawat lansia, dan buruh sektor informal.

BACA JUGA: Kementerian P2MI Berikan Sanksi Kepada PT Bahtera Tullus Karya Gegara Diduga Melanggar Hak Pekerja Migran

“Angka ini bukan kecil. Ribuan pekerja migran kita berada di kawasan yang saat ini mengalami eskalasi konflik. Negara wajib memastikan keselamatan mereka, sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, khususnya Pasal 6 yang menjamin keamanan dan keselamatan selama bekerja,” ujarnya di Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Heru menekankan bahwa langkah nyata yang harus segera dilakukan adalah mitigasi ulang terhadap pekerja migran yang berpotensi terdampak langsung oleh eskalasi konflik.

BACA JUGA: I Wayan Sudirta DPR Terima Camat dan 10 Kades se-Kecamatan Susut, Berbagi Wawasan Jangan Sampai Terjerat Kasus Hukum

Perwakilan RI melalui KBRI dan KJRI di masing-masing negara terdampak harus melakukan pendataan ulang, pemantauan kondisi lapangan, serta memastikan jalur komunikasi darurat dapat diakses dengan mudah oleh para pekerja migran.

Dia mendorong pemerintah, melalui KBRI dan KJRI di negara penempatan, untuk segera membentuk hotline atau pusat informasi khusus bagi pekerja migran Indonesia.

Layanan ini penting guna memastikan informasi mengenai kondisi, keselamatan, serta kebutuhan para pekerja migran dapat terpantau dan terbarui secara berkala.

Menutup pernyataannya, Heru Tjahjono meminta Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia untuk berkoordinasi secara intensif dengan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) guna memastikan kondisi masing-masing pekerja tetap aman dan terpantau.

Dia menegaskan bahwa kepastian informasi bagi keluarga di tanah air juga menjadi bagian penting dari perlindungan menyeluruh.

“Negara harus hadir secara konkret, memastikan pekerja migran kita terlindungi dan keluarga mereka mendapatkan kepastian di tengah situasi global yang tidak menentu,” pungkas Heru.(fri/jpnn)

 


Yuk, Simak Juga Video ini!

Redaktur & Reporter : Friederich Batari


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadi Ancaman Kelangsungan Hidup Israel dan AS, Seberapa Besar dan Apa Dampak Program Nuklir Iran?
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
Pertumbuhan Meningkat, Pemkab Bandung Siapkan Tegalluar Jadi Kecamatan
• 3 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Baru 21 Menit Main untuk Persija, Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Mauro Zijlstra Tumbang akibat Cedera
• 7 jam lalubola.com
thumb
Blok Cepu Berhasil Pompa Produksi Minyak Hingga 12.300 Barel
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Carlos Alcaraz dan Jannik Sinner Masuk Nominasi Laureus 2026, Aryna Sabalenka dan Amanda Anisimova Juga Bersaing
• 17 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.