Penulis: Adhy Mataratu
TVRINews, Kupang
Proses pembangunan Sekolah Rakyat di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) oleh pemerintah pusat melalui Direktorat Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang dimulai sejak 29 Desember 2025 kini memasuki tahap pekerjaan fisik bangunan.
Sejumlah fasilitas utama seperti gedung asrama, gedung Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Atas (SMA), gedung ibadah, serta lapangan olahraga saat ini tengah dalam tahap konstruksi.
Seluruh bangunan ditargetkan rampung pada Juni atau masa Tahun Ajaran Baru 2026/2027 agar dapat digunakan sebagai sarana belajar mengajar.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Sekolah Rakyat Kementerian Pekerjaan Umum Kabupaten Kupang, Victor, mengatakan sesuai kontrak kerja, proyek tersebut sejatinya berlangsung hingga Agustus 2026. Namun, terdapat arahan percepatan dari Presiden agar pembangunan fisik selesai sebelum tahun ajaran baru dimulai pada Juli 2026.
"Sesuai kontrak kerja yang ada memang pekerjaan fisik mulai dari tanggal 29 Desember 2025 hingga bulan Agustus 2026 tetapi ada perintah dari Bapak Presiden agar seluruh bagunan fisik harus selesai di bulan Juni sebelum Tahun Ajaran (TA) baru dimulai pada bulan Juli 2026 mendatang," kata Victor saat ditemui di lokasi Proyek pembangunan Sekolah Rakyat Kabupaten Kupang di Desa Oelnasi, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Rabu, 4 Maret 2026.
Untuk mempercepat proses pekerjaan lapangan, menurut Victor, pihaknya telah berkoordinasi dengan penyedia dalam hal ini PT. Pembangunan Perumahan (PERSERO) untuk menambah pekerja, termasuk jam kerja di lapangan.
“untuk kesiapan lokasi semua sudah sampai dengan minggu pertama bulan Maret ini fisik lapangan sudah berada di posisi 9 persen masih sesuai dengan rencana kerja kita, sementara ini kita percepat pada item pekerjaan fisik Gedung terutama Gedung sekolah, sementara untuk tenaga kerja semua titik lokasi pekerjaan sudah terisi sehingga kita bisa pastikan tidak ada kendala saat kegiatan berlangsung," ucapnya.
Sementara itu Project Manager (PM) PT. Perumahan (PERSERO) Agung mengatakan, untuk mempercepat proses pekerjaan fisik dilapangan, pihaknya kini telah mempekerjakan tenaga kerja sekitar 200 orang yang dibagi dalam 3 shift per hari.
“Saat ini tenaga kerja yang kita pakai berjumlah 200 orang lebih dengan komposisi tenaga kerja lokal 40 persen dan tenaga kerja di luar NTT sebanyak 60 persen, dengan kondisi jumlah tenaga kerja ini target selesainya pekerjaan fisik pada bulan Juni nanti kita optimis dapat tercapai," jelas Agung.
Ia menambahkan, setelah menerima instruksi percepatan, seluruh sumber daya dikerahkan guna mempercepat proses pembangunan berjalan sesuai target, sehingga fasilitas pendidikan tersebut dapat segera dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran baru mendatang.
Editor: Redaktur TVRINews





