Ada Ilmu dari Jepang di Layanan Darurat Call Center 110 Polri

kumparan.com
12 jam lalu
Cover Berita

Layanan darurat Call Center 110 milik Polri terus diperkuat guna memberikan respons cepat bagi masyarakat. Salah satu poin penting dalam pengembangan layanan ini adalah adopsi nilai-nilai kesigapan yang dipelajari dari sistem kepolisian Jepang.

Hal tersebut disampaikan dalam acara buka puasa bersama anggota Polri alumni Jepang yang tergabung dalam Ikatan Sakura Indonesia (ISI). Acara ini digelar di kediaman Duta Besar Jepang, Jakarta Selatan, Rabu (4/3).

JICA Expert, Nakanishi Akira, mengungkapkan bahwa dirinya telah berdiskusi intensif dengan Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo mengenai peningkatan kualitas Call Center 110.

Menurutnya, ada visi besar yang sama dalam memajukan sistem tersebut.

"Beberapa waktu lalu, saya berkesempatan berdiskusi mengenai peningkatan layanan Call Center 110 di ruang Wakapolri, Pak Dedi. Dalam diskusi tersebut, hadir pula Bapak Wakapolri Dedi, Pak Fadil, serta Pak Sambodo," ujar Nakanishi Akira dalam sambutannya.

Nakanishi menekankan bahwa para alumni pelatihan di Jepang memiliki pemahaman serupa mengenai standar ideal pelayanan publik kepolisian.

"Melalui diskusi tersebut, ada satu hal yang sangat berkesan bagi saya. Saya merasakan bahwa para alumni pelatihan Jepang memiliki pemahaman dan visi yang sama mengenai layanan 110 yang ideal. Yaitu sebuah sistem di mana polisi dengan sigap dan cepat hadir di tengah masyarakat saat dibutuhkan. Inilah wujud nyata dari polisi untuk masyarakat," tambahnya.

Sementara itu, Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia, Myochin Mitsuru, menyebutkan bahwa kerja sama pelatihan ini telah berlangsung lama. Sejak tahun 2001, program bertajuk Pelatihan Studi Banding Sistem Kepolisian di Jepang (Kunitoku) telah mencetak ratusan personel Polri yang kompeten.

"Sejak tahun 2001, lebih dari 400 peserta telah berkunjung ke Jepang untuk mengikuti pelatihan bersama Kepolisian Jepang. Kami memahami bahwa para anggota ISI, yang merupakan alumni program pelatihan tersebut, kini memegang peran penting dan strategis di tubuh Polri," ungkap Myochin Mitsuru.

Ia juga berharap kolaborasi kedua negara terus diperkuat, terutama dalam menghadapi tantangan kejahatan lintas batas seperti cybercrime dan terorisme.

Di lokasi yang sama, Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Wamenpan RB), Purwadi Arianto, memberikan apresiasi atas kontribusi para alumni Jepang terhadap reformasi di tubuh Polri. Saat ini, tercatat ada 454 anggota yang tergabung dalam Ikatan Sakura Indonesia.

"Ikatan Sakura Indonesia merupakan wadah pertemuan para anggota Polri yang pernah menimba pengalaman belajar di Jepang. Melalui komunitas ini, para alumni tidak hanya menjaga hubungan antar alumni, tetapi membawa nilai-nilai pembelajaran yang diperoleh di Jepang di dalam penguatan institusi dan pelayanan kepada masyarakat luas," tutur Purwadi.

Purwadi menilai program peningkatan kapasitas SDM yang didukung oleh JICA ini secara konsisten membantu reformasi birokrasi di lingkungan kepolisian.

Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, di antaranya Wakil Menteri Perhubungan Komjen Pol (Purn) Suntana, Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo, Astamaops Kapolri Komjen Pol Fadil Imran, serta jajaran petinggi Polri lainnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Siapa Fadia A Rafiq? Bupati Pekalongan anak pedangdut senior yang diamankan KPK
• 21 jam lalubrilio.net
thumb
Pemulihan Tesso Nilo di Riau Butuh 9.966 Hektare Lahan Alternatif
• 21 jam lalubisnis.com
thumb
Siswa di Bengkulu Utara Meninggal Usai Operasi, BGN Bantah Isu Keracunan MBG
• 8 jam lalukompas.id
thumb
TERPOPULER: Amalan Istiqomah Nagita Slavina yang Bikin Kaya Raya, Ali Khamenei Selalu Sembunyikan Tangan Kanan
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
Agresi AS-Israel ke Iran, Pengamat: Ujian Sikap Tegas RI di Panggung Global
• 20 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.