Raya Local Market, Destinasi Akhir Pekan Seru untuk Pecinta Brand Lokal

viva.co.id
13 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Akhir Februari 2026, ruang pameran SMESCO Indonesia di kawasan Jakarta diramaikan oleh geliat brand lokal dalam gelaran Raya Local Market Vol. 1. Berlangsung pada 26–28 Februari 2026 di SMESCO Exhibition Hall, acara ini menghadirkan 62 tenant UMKM terkurasi dengan lebih dari 150 brand lokal yang menyasar muslim urban, generasi muda, komunitas, hingga jaringan reseller.

Tak sekadar menjadi tempat berburu produk lokal, Raya Local Market dikemas sebagai destinasi akhir pekan yang memadukan belanja, edukasi, dan jejaring komunitas. Pengunjung bisa menemukan berbagai promo seperti flash sale hingga potongan harga 80 persen dan kampanye “Serba Rp100 Ribu”, namun daya tarik utamanya justru terletak pada rangkaian aktivitas interaktif yang digelar selama tiga hari. Scroll untuk info lengkapnya, yuk!

Baca Juga :
Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Owner Brand Lokal Berinisial M, Tiga Orang Lain Diduga Jadi Korban
Viral Owner Brand Lokal Berinisial M Diduga Lakukan Pelecehan Seksual ke Modelnya

Lebih dari 20 sesi edukasi dan aktivasi dihadirkan, mulai dari talkshow bisnis, kajian, penguatan digital branding, hingga fashion show modest wear. Format ini mencerminkan perubahan wajah bazar UMKM yang kini tak hanya fokus transaksi, tetapi juga pengalaman dan peningkatan kapasitas pelaku usaha.

Direktur Utama SMESCO Indonesia, Doddy Akhmadsyah Matondang, menyebut konsep kolaboratif menjadi napas utama acara ini.

“Raya Local Market menjadi ruang kolaborasi yang mendorong UMKM tidak hanya berjualan, tetapi juga memperkuat kapasitas, membangun jejaring, dan memperluas akses pasar secara berkelanjutan,” ujar Doddy dalam keterangannya, dikutip Kamis 5 Maret 2026. 

Dukungan terhadap penguatan UMKM juga datang dari Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia. Deputi Bidang Usaha Kecil, Temmy Satya Permana, mengungkapkan bahwa sektor ekonomi kreatif menunjukkan tren positif.

“Nilai ekspor ekonomi kreatif pada 2025 mencapai sekitar Rp200 triliun dan tumbuh 1,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Momentum ini perlu diperkuat melalui perluasan akses pasar dan peningkatan nilai tambah produk UMKM,” jelasnya.

Kolaborasi lintas sektor menjadi sorotan dalam gelaran ini. Ketua Umum HIPMI Jaya, Muhammad Riandy Haroen, menegaskan pentingnya kerja bersama.

“Kolaborasi antara SMESCO, Kementerian UMKM, dan HIPMI merupakan langkah konkret dalam mendorong UMKM naik kelas. Tantangan pelaku usaha tidak dapat diselesaikan sendiri, melainkan melalui kerja bersama yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Baca Juga :
Bazar Brand Lokal Seharga Thrifting: Mulai Rp25 Ribu, Bukan Defect!
Tokopedia dan TikTok Shop Dorong Perluasan Pasar Brand Lokal, Begini Strateginya
Belum 30 Tahun tapi Sudah Punya Brand Sukses, Begini Perjalanan Claudia Novira Bangun Cleyà Beauty

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Aksi Kompak Warga Johar Baru, Sergap Maling Motor Bersajam Beramai-ramai
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Pemberian BHR Ojol Disebut Berdasar pada Kinerja Mitra Pengemudi
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Dorna Sport Berencana Ubah Jadwal MotoGP Qatar 2026 Imbas Konflik Iran vs AS-Israel
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Fintech Banyak Kembalikan Izin, AFPI: Bukan karena Gagal Bayar
• 15 jam lalukatadata.co.id
thumb
Dua Kapal Feri Terdampar,  Pengelolaan Aset Pemprov NTT Jadi Sorotan
• 23 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.