Bisnis.com, JAKARTA - AS tembak kapal perang Iran di lepas pantai Sri Lanka, yang seperti diketahui, lokasinya cukup dekat dengan Indonesia.
Dilansir dari Standard, pejabat AS menyampaikan bahwa ada lebih dari 100 orang dikhawatirkan tewas setelah sebuah kapal selam AS menenggelamkan kapal perang Iran di lepas pantai Sri Lanka.
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, mengkonfirmasi bahwa Washington bertanggung jawab atas serangan terhadap IRIS Dena, dengan mengatakan bahwa kapal tersebut dihancurkan oleh torpedo milik AS.
Menurut Departemen Pertahanan Amerika Serikat, ini menandai pertama kalinya kapal selam AS menenggelamkan kapal perang musuh dengan torpedo sejak Perang Dunia Kedua.
Sumber dari angkatan laut dan kementerian pertahanan Sri Lanka mengatakan setidaknya 101 orang hilang, dengan beberapa jenazah telah ditemukan dari laut.
Para pejabat mengatakan Angkatan Laut Sri Lanka menanggapi panggilan darurat dari kapal Iran pada Rabu pagi setelah kapal itu tenggelam sekitar 40 km (25 mil) dari garis pantai selatan negara itu.
Baca Juga
- China Amankan Cadangan Minyak di Tengah Perang AS-Iran, Hingga 1,5 miliar Barel!
- Menlu Sugiono Kirim Surat ke Dubes Iran, Belasungkawa Meninggalnya Ali Khamenei
- Menlu Sugiono Beberkan Risiko Terburuk Perang Iran vs AS-Israel
Seorang juru bicara angkatan laut mengatakan bahwa dokumentasi menunjukkan sekitar 180 orang berada di atas kapal pada saat kejadian.
Para korban selamat mengalami "luka serius" dan telah dibawa ke rumah sakit di kota pelabuhan Galle di selatan, kata Menteri Luar Negeri Sri Lanka, Vijitha Herath.
Rekaman video serangan torpedo telah dirilis oleh Departemen Perang AS.
Berbicara dalam sebuah pengarahan pada hari Rabu, Hegseth juga mengatakan: “Iran mencoba membunuh Presiden Trump dan Presiden Trump yang tertawa terakhir.”
Suasana Makin TegangTenggelamnya kapal IRIS Dena terjadi di tengah meningkatnya ketegangan, dengan Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan rudal ke Iran untuk hari kelima berturut-turut .
Israel juga melancarkan serangan udara ke Lebanon dan mengerahkan pasukan darat ke wilayah selatan negara itu, menyusul serangan roket dan pesawat tak berawak terhadap Israel oleh kelompok bersenjata Hizbullah.
Dalam perkembangan lebih lanjut, Turki mengatakan sistem pertahanan udara NATO mencegat rudal balistik yang diluncurkan dari Iran saat mendekati wilayah udara Turki.
Sementara itu, Pemerintah Inggris mengatakan penerbangan charter akan disediakan pada Rabu malam untuk warga negara Inggris yang ingin meninggalkan Oman di tengah meningkatnya konflik regional.
Sri Lanka tetap bersikap netral dalam konflik tersebut, menyerukan "pengekangan dan de-eskalasi".
Gedung Putih menyatakan bahwa aksi militer di Timur Tengah merupakan respons terhadap ancaman yang ditimbulkan Iran terhadap AS.





