Biaya Pengiriman Minyak AS ke Asia Melonjak Tajam

bisnis.com
11 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - Biaya pengiriman minyak mentah dari Amerika Serikat ke Asia melonjak tajam di tengah meluasnya konflik di Timur Tengah. Lonjakan tarif ini bahkan membuat sejumlah kesepakatan pengapalan minyak batal karena beban biaya yang dinilai terlalu tinggi.

Industri energi global tengah terguncang oleh eskalasi pertempuran di kawasan Timur Tengah yang dimulai karena serangan Amerika dan Israel ke Iran. Dampaknya terlihat pada kenaikan harga minyak, gangguan pengiriman barang, serta meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi global.

Dikutip dari Bloomberg, Kamis (5/3/2026), data Baltic Exchange di London menunjukkan biaya menyewa kapal tanker jenis VLCC untuk mengangkut dua juta barel minyak mentah dari Pantai Teluk AS ke China menembus lebih dari US$29 juta per perjalanan. Angka ini menjadi yang tertinggi sepanjang pencatatan dan hampir dua kali lipat dibandingkan dua pekan sebelumnya.

Dengan biaya tersebut, tarif pengiriman setara sekitar US$14,50 per barel, atau menyedot hampir 20% dari harga kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) yang berada di kisaran US$75 dollar AS per barel pada perdagangan kemarin.

Harga WTI dan patokan global Brent crude melonjak sepanjang pekan ini setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap Iran, yang kemudian dibalas oleh Teheran dengan serangan ke sejumlah negara tetangga. Konflik tersebut secara efektif menghentikan lalu lintas di Selat Hormuz, jalur pelayaran vital bagi perdagangan energi dunia.

Baca Juga

  • Investor Global Serbu Reksa Dana Pasar Uang AS, Aset Tembus Rekor US$8,27 Triliun
  • BEI Ungkap Penyebab IHSG Turun hingga 4% Saat Sesi I Hari Ini (4/3)
  • Ramalan Harga Minyak dari Goldman Hingga JPMorgan Setelah Perang Iran Vs AS-Israel Meluas

Terganggunya pasokan dari Teluk Persia mendorong pembeli di Asia beralih ke minyak mentah AS. Namun, di saat yang sama, pasokan dari kawasan Cekungan Atlantik menjadi semakin mahal dengan premi harga yang melonjak.

Kenaikan aktivitas ini turut mengerek harga minyak mentah jenis Mars Blend dari AS. Selisih harganya terhadap WTI mencapai level tertinggi sejak 2020, menurut data Indeks Umum.

Meski demikian, keberlanjutan tren ini masih dipertanyakan. Tankers International melaporkan sejumlah pemesanan kapal tanker super untuk memuat minyak dari Pantai Teluk AS yang beredar di pasar pekan ini mulai dibatalkan dalam 24 jam terakhir.

Perusahaan penyulingan minyak Thailand, PTT Public Company Limited, sempat memesan kapal dengan biaya sekitar US$29 juta, menurut pialang kapal. Namun, berdasarkan data Tankers International, kesepakatan tersebut kemudian gagal. Pembatalan semacam ini bukan hal yang tidak lazim ketika tarif berfluktuasi tajam dalam waktu singkat.

Pada rute patokan Timur Tengah–China, pendapatan operator kapal tanker melonjak hingga US$475.000 per hari. Namun, realisasi pemesanan tetap terbatas karena terhambatnya pergerakan di Selat Hormuz.

Kelangkaan armada membuat tarif sewa harian kapal tanker kini hampir setara dengan biaya penyewaan anjungan pengeboran lepas pantai tercanggih. Transocean Ltd., misalnya, membebankan tarif rata-rata sekitar US$470.000 per hari untuk anjungan pengeboran ultra-dalam selama tiga bulan terakhir 2025.

Lonjakan biaya ini mencerminkan tekanan berat pada rantai pasok energi global. Dengan ketidakpastian geopolitik yang masih tinggi, pelaku pasar menghadapi risiko volatilitas harga dan biaya logistik yang tetap mahal dalam waktu dekat]]


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bergesernya Budaya Sinematik
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Infografis Tiga Tingkatan Puasa Ramadhan
• 17 jam lalurepublika.co.id
thumb
10 Saham Top Gainer Perdagangan Kamis 5 Maret 2026, Simak Daftar Emitennya
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
Gerhana Bulan Bukan Patokan Penentuan Awal Bulan Hijriah
• 10 jam lalukompas.id
thumb
PBVSI Rencana Datangkan 4 Pemain Naturalisasi dari Brasil untuk Timnas Voli Indonesiaa, Siapa Saja?
• 9 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.