PELATIH Atalanta, Raffaele Palladino, mengaku sangat menikmati duel sengit timnya saat bertandang ke markas Lazio dalam laga leg pertama semifinal Coppa Italia. Bermain di Stadion Olimpico, tim berjuluk La Dea itu menunjukkan mentalitas baja dengan dua kali bangkit dari ketertinggalan untuk memaksakan hasil imbang 2-2.
Atalanta saat ini tengah menghadapi jadwal yang sangat padat. Selain berjuang di semifinal Coppa Italia, mereka adalah satu-satunya wakil Italia yang tersisa di Liga Champions, sembari tetap bersaing menembus empat besar Serie A.
Mentalitas Juara PalladinoMeski sempat tertinggal oleh gol Fisayo Dele-Bashiru dan Boulaye Dia, Atalanta selalu punya jawaban melalui aksi Mario Pasalic dan Yunus Musah. Palladino memuji kualitas pertandingan yang menurutnya sangat menghibur untuk ditonton.
Baca juga : Saling Balas Gol, Duel Sengit Lazio vs Atalanta Berakhir Imbang 2-2
"Saya pikir kami menjalani pertandingan yang sangat bagus melawan lawan yang kuat. Laga ini seimbang, menghibur untuk ditonton, dan saat Anda menghadapi tim asuhan Sarri, itu selalu menyenangkan karena mereka memiliki kualitas dan bisa menyebabkan masalah kapan saja," ujar Palladino kepada Sport Mediaset.
Palladino menyesali kurangnya penyelesaian akhir timnya di babak pertama, termasuk adanya gol yang dianulir dan bola yang membentur mistar gawang. Namun, ia tetap bangga dengan daya juang anak asuhnya. "Setelah turun minum, kami tertinggal dua kali, tetapi tim tampil baik untuk kembali mendapatkan hasil imbang yang layak, sesuatu yang kami yakini hingga akhir."
Menatap Leg Kedua di BergamoHasil imbang ini membuat peluang kedua tim masih terbuka lebar 50-50. Penentuan siapa yang akan melaju ke partai final melawan Inter Milan atau Como akan ditentukan pada leg kedua di Bergamo pada 21 atau 22 April mendatang.
Baca juga : Preview Lazio vs Atalanta: Duel Panas Semifinal Coppa Italia 2026 di Olimpico
"Ini baru babak pertama dari semifinal ini, babak kedua akan berlangsung di markas kami sendiri. Kami akan mendapatkan kepercayaan diri dari performa ini," lanjut Palladino.
Atalanta memang dikenal sebagai tim yang menolak menyerah. Sebelumnya, mereka sukses membalikkan keadaan di Liga Champions dengan menumbangkan Borussia Dortmund 4-1 setelah sempat kalah 2-0 di leg pertama.
Pujian untuk Yunus Musah dan SamardzicPalladino juga memberikan kredit khusus kepada Yunus Musah yang kembali mencetak gol dalam dua laga beruntun. Gelandang timnas Amerika Serikat itu mulai mendapatkan tempat utama menyusul cederanya Ederson.
"Musah adalah pemain yang tidak banyak bermain saat saya tiba, karena ada Ederson dan De Roon di depannya. Saya katakan kepada para pemain bahwa saya butuh mereka semua untuk siap, terutama dari bangku cadangan," ungkap sang pelatih.
Selain Musah, Lazar Samardzic juga mendapat perhatian. Palladino menilai pemain tersebut memiliki kualitas luar biasa di antara lini, meski masih perlu meningkatkan akurasi tembakan dan pengambilan keputusan di area pertahanan lawan.
Bagi Palladino, bertahan di tiga kompetisi berbeda hingga bulan Maret adalah sebuah kebanggaan besar. "Berada di tiga kompetisi pada bulan Maret adalah sesuatu yang sangat membanggakan... ini luar biasa, tetapi juga sangat melelahkan," pungkasnya. (Football-Italia/Z-2)





