Garda Revolusi Iran Hancurkan Radar AS di Qatar

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Teheran: Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan telah menghancurkan sistem radar strategis Amerika Serikat (AS) di Qatar.

Selain hancurkan sistem radar, IRGC juga menyerang kapal perusak angkatan laut Amerika di Samudra Hindia sebagai kelanjutan operasi pembalasan.

Dalam sebuah pernyataan, kantor humas IRGC merilis citra satelit yang menunjukkan penghancuran radar strategis AN/FPS-132 yang terletak di pangkalan militer Al Udeid di Qatar.

“Radar tersebut, yang terletak di Qatar dan terintegrasi ke dalam jaringan pertahanan rudal yang lebih luas, hancur total pada pukul 03.45 waktu setempat pada Rabu,” ujar IRGC, seperti dikutip Press TV, Kamis 5 Maret 2026.

Baca Juga :

Menlu Serahkan Ucapan Belasungkawa Prabowo Atas Wafatnya Khamenei ke Dubes Iran

Menurut pernyataan tersebut, bagian utara radar telah dihantam beberapa hari sebelumnya tetapi tetap beroperasi hingga operasi terakhir oleh pasukan angkatan laut IRGC membuatnya benar-benar tidak dapat beroperasi.

IRGC sebelumnya telah menargetkan dua sistem radar THAAD di Uni Emirat Arab dan Yordania.

Dalam pengumuman terpisah, IRGC mengatakan pasukan angkatan lautnya menyerang sebuah kapal perusak AS yang sedang mengisi bahan bakar dari kapal pasokan Amerika sekitar 650 kilometer dari pantai Iran di Samudra Hindia.

Pernyataan tersebut mengatakan kapal itu dihantam oleh rudal jelajah Qadr-380 dan Talaeiyeh sebagai bagian dari Operasi True Promise 4.

“Serangan itu menyebabkan kebakaran besar di dek kedua kapal, menambahkan bahwa kobaran api tersebut menggelapkan langit di atas lautan,” tegas IRGC.

Dalam pernyataan lain, IRGC lebih lanjut menyatakan bahwa aktivitas militer AS yang berkelanjutan di wilayah tersebut akan mengakibatkan "runtuhnya semua infrastruktur militer dan ekonomi" di daerah tersebut.

IRGC juga menegaskan bahwa sekutu AS sedang berupaya keras untuk mengamankan sistem pertahanan udara tambahan. IRGC memperingatkan bahwa militer AS menggunakan fasilitas sipil di negara-negara Teluk Persia sebagai kedok untuk serangan mereka, menambahkan bahwa tindakan tersebut berada di bawah pengawasan ketat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Serangan AS-Israel Rusak Situs Bersejarah di Iran
• 6 jam lalurepublika.co.id
thumb
Ekonomi Australia Tumbuh 2,6 Persen pada 2025, Lampaui Ekspektasi
• 21 jam laluidxchannel.com
thumb
Tak Masalah Sedekah di Saat Puasa dengan Berdonor Darah
• 4 jam lalukompas.id
thumb
Korlantas Polri Gunakan Drone untuk Pantau Arus Mudik secara Real Time
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
Kementerian ESDM Buka Opsi Revisi RKAB 2026 Agar Smelter Nikel Tetap Beroperasi
• 20 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.