Air Paling Tua di Dunia Ternyata Tak Bisa Diminum, Begini Alasannya

cnbcindonesia.com
11 jam lalu
Cover Berita
Foto: Laut. (Dok. Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah penelitian berhasil menemukan air paling tua di dunia. Terletek di Ontario, Kanada, air tersebut disebut terbentuk di bawah kondisi atmosfer purba.

Para peneliti melakukan penelitian dengan Xenon dan gas mulia lainnya. Gas-gas tersebut memiliki sifat sinert secara kimia dan tidak bereakasi pada unsur lain, cocok sebagai pencatat data yang solid.

"Dengan menggunakan isotop air DNA khususnya gas mulia, secara kuantitatif dapat menentukan apakah air itu memiliki komponen modern. Dan tidak satupun air tersebut memilikinya, jadi air tersebut memang terisolasi dari siklus air modern," kata salah satu peneliti dan ahli geologi Universitas Toronto, Barbara Sherwood Lollar, dikutip dari IFL Science, Selasa (3/3/2026).


Diperkirakan air tersebut berusia 1,5 miliar tahun berdasarkan penelitian awal. Mereka juga menduga usianya bisa lebih tua karena mengandung gas yang berasal dari batuan dan sedimen berusia lebih dari 2,6 miliar tahun lalu.

Pilihan Redaksi
  • Tanaman Ini Tumbuh Liar di Hutan RI, Ternyata Bisa Jadi BBM
  • Identitas Selingkuhan Bill Gates Terungkap, Sekolah Dibayari Epstein
  • Temuan Sistem Planet Terbalik Ubah Pandangan Manusia Soal Dunia

Artinya selama miliaran tahun, air tersebut terkunci dari atmosfer luar. Bahkan diperkirakan tanpa oksigen atau kehidupan organisme lainnya.

Apakah air itu bisa diminum? Nyatanya tidak bisa. Lollar tak menyarankan untuk meminum air tua tersebut.

Dia mengatakan tanpa meminumnya bisa merasakan rasa air itu, yakni pahit dan asin saat dipercikan ke wajahnya.

"Sayangnya 'dan dia meminum air itu' adalah rekayasa media. Saya tidak meminumnya dan tidak akan melakukannya," dia menjelaskan.

"Namun jika Anda melihat videonya, Anda melihat ada air yang mengalir dan bergelembung, sangat aktif di beberapa tempat. Beberapa tetes pasti akan mengenai Anda dan dapat mengetahui betapa pahitnya air tersebut," ujarnya menambahkan.


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Dukung Transformasi Cloud ke AI, Data Center "Wajib" Punya Ini

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
"Tukar Kepala" di Ladang Penipuan: Kisah Pilu Penyintas Perdagangan Orang di Kamboja
• 23 jam lalukompas.id
thumb
Pemasok Senjata Canggih AS Diserbu, Karyawan Kompak Bilang Begini
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kasus Penembakan Remaja di Makassar, Polri Lakukan Evaluasi Operasional Anggota
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Menag sebut Presiden setuju Nuzulul Quran digelar di Istana Negara
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Ngaku Polisi dan Lakukan Scamming, Imigrasi Bogor Ringkus 13 WN Jepang di Sentul
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.