Harga Saham BEBS Pernah Terbang 7.150%, Kini 62,89% Investor Retail Nyangkut

katadata.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

Perusahaan PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS) kini di ujung tanduk. Tak hanya itu sebanyak 62,89% investor retail yang menggenggam 28,30 miliar lembar saham kini nyangkut di saham  produsen bahan bangunan itu usai sempat melonjak hingga 7.150%.

Berdasarkan data registrasi pemegang efek 10 Februari 2026, sejumlah pemegang saham BEBS yakni Komisaris Syed Zaid bin Ali Al Hadad menggenggam 785 ribu saham BEBS. Kemudian PT Berkah Global miliki 14,12 miliar saham atau 31,39% dan PT Pendanaan sebanyak 2,57 miliar atau 5,72% saham BEBS. 

Di kalangan pasar modal, saham nyangkut dikenal sebagai kondisi ketika seorang investor membeli saham tetapi tidak bisa menjualnya kembali. Nasib pemegang saham BEBS makin di ujung tanduk setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bareskrim Polri menggeledah kantor PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia (MASI) di Gedung Treasury, kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (4/3).

Penggeledahan ini karena Mirae Asset diduga manipulasi informasi fakta material dalam proses penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS).  Tak hanya itu OJK menyebut indikasi insider trading hingga transaksi semu yang diduga mempengaruhi pergerakan harga saham hingga sempat melonjak 7.150%. 

Kemudian OJK menetapkan dua tersangka dalam pelanggaran pasar modal dengan nilai pendapatan ilegal lebih dari Rp 14,5 triliun. Tersangka yang dimaksud adalah pemilik PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS) Asep Sulaiman Subanda atau ASS dan mantan Direktur Investment Banking PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, MWK. 

“Dengan modus insider trading, manipulasi IPO, dan transaksi semu,” tulis OJK dalam keterangannya, dikutip Kamis (5/3). 

Dalam perkara tersebut, penyidik OJK telah memeriksa 25 orang saksi dari Mirae Asset Sekuritas, Berkah Beton Sadaya, pihak perbankan, pihak nominee, serta pihak-pihak lain yang terkait. Seiring dengan itu, saham BEBS kini berada di Rp 5 dengan kapitalisasi pasar Rp 225 miliar dan telah disuspensi sejak lama.

Katadata mencatat sejak pertama kali melantai di bursa pada 10 Maret 2021 dan menghimpun dana Rp 200 miliar, perusahaan ini beberapa kali masuk dalam emiten yang sahamnya bergerak di luar kewajaran atau unusual market activity (UMA).

 
 

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Pertimbangkan Jerat Fadia Arafiq dengan TPPU
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Anatomi Keputusasaan: Membedah Ledakan Timur Tengah dari Bangku Belakang Kelas
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
BUVA Tambah Modal ke Culina Global, Intip Bisnis F&B Emiten Hapsoro Ini
• 1 jam lalubisnis.com
thumb
Rentetan Ledakan Menggema di Langit Ibu Kota Qatar, Asap Mengepul
• 26 menit laludetik.com
thumb
Plafon Bandara Ngurah Rai Jatuh Akibat Hujan Angin
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.