Hujan deras dan angin kencang melanda wilayah Bali sejak Rabu malam (4/3). Hal ini mengakibatkan sebagian atap plafon Terminal Kedatangan Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai jatuh pada Kamis (5/3) pukul 00.20 WITA.
“Jatuhnya atap plafon bangunan di area Terminal Kedatangan Internasional disebabkan hujan disertai angin cukup kencang di kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai,” kata Kasi Humas Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai Ipda I Gede Suka Artana saat dikonfirmasi.
Dalam peristiwa ini dilaporkan nihil korban jiwa. Namun, atap yang bocor turut mengakibatkan air hujan masuk ke dalam area Terminal Kedatangan Internasional sehingga menyebabkan genangan air.
“Jalur menuju konter Grab atau Gojek digenangi air hujan dan jatuhnya atap plafon hanya mengenai sejumlah tanaman dan nihil korban jiwa,” katanya.
Menurutnya, petugas keamanan bandara telah mengarahkan para pengguna jasa penumpang untuk melintas di jalur utama menuju area Terminal Kedatangan. Para petugas kebersihan bandara kemudian membersihkan genangan air dan memindahkan atap plafon ke dalam gudang.
“Sementara aktivitas pengguna jasa bandara di Terminal Kedatangan Internasional berjalan normal sebagaimana mestinya,” katanya.
Kecepatan Angin 68 Km/jamPrakirawan cuaca BMKG Bali Ariantika mengatakan cuaca ekstrem disebabkan keberadaan bibit siklon 90S di perairan selatan Jawa. Kecepatan angin pada Rabu (4/3) tercatat maksimum mencapai 37 knot (68 km/jam).
“Penyebab angin kencang dan hujan di wilayah Bali dikarenakan keberadaan bibit siklon 90S di perairan selatan Jawa. Dari Stasiun Meteorologi Ngurah Rai tercatat kecepatan angin maksimum mencapai 37 knot (68 km/jam),” katanya.
Pantauan kumparan, cuaca di Kota Denpasar saat ini cerah namun angin masih kencang. Ariantika mengatakan rata-rata kecepatan angin untuk wilayah selatan Bali berkisar antara 6-17 knot.
“Kecepatan angin untuk wilayah selatan Bali berkisar antara 6-17 knot,” katanya.
BMKG Bali telah mengeluarkan peringatan dini cuaca sejak 2-8 Maret 2026. Bibit siklon 90S berpotensi memicu hujan sedang hingga lebat di Kabupaten Badung, Denpasar, Tabanan, Bangli, Gianyar, Karangasem, Jembrana, Buleleng, dan Klungkung.
Angin kencang berpotensi terjadi di Kabupaten Badung, Denpasar, Tabanan, Jembrana, Bangli, Gianyar, Klungkung, Buleleng, dan Karangasem.
Ketinggian gelombang laut mencapai 1,25 sampai 2,5 meter untuk wilayah Selat Bali bagian selatan, Selat Badung, Selat Lombok bagian selatan, dan Perairan Selatan Bali.
Masyarakat diimbau waspada terhadap potensi terjadinya bencana hidrologi seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, atau angin kencang yang dapat memicu pohon tumbang, puting beliung, dan hujan es.





