JAKARTA, KOMPAS.com - PT PAM Jaya menanggapi keluhan warga terkait proyek galian pipa air bersih di Jalan Peta Selatan, Kalideres, Jakarta Barat yang dianggap terbengkalai.
Warga mengaku bingung lantaran galian tersebut dibiarkan terbuka tanpa adanya aktivitas pekerja selama berbulan-bulan.
Kondisi ini memicu kemacetan lalu lintas akibat penyempitan jalan, terutama pada jam-jam sibuk.
Baca juga: PAM Jaya Bantah Proyek Galian Pipa di Kalideres Mangkrak
Senior Manager Corporate & Customer Communication PAM Jaya, Gatra Vaganza, membantah bahwa proyek perluasan jaringan yang sudah berjalan sejak akhir 2025 ditinggalkan begitu saja.
Pakai Metode JackingMenurut Gatra, tidak terlihatnya pekerja di lokasi galian murni disebabkan oleh metode pengerjaan yang digunakan, yakni metode jacking atau pengeboran di bawah tanah dan pipa didorong di sepanjang galian.
"Karena kita ngedorong pipanya tuh pakai model jacking namanya. Karena kalau saat ini di Jakarta sudah tidak boleh lagi metode open cut, yang dibelah dibuka semua sepanjang jalan," ujar Gatra saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (4/3/2026).
Baca juga: Galian PAM di Kalideres Terkendala Utilitas Lain, Penyelesaian Mundur hingga April 2026
Gatra mengilustrasikan, metode open cut akan membelah jalanan sepanjang jalur pengerjaan, yang tentunya akan berdampak masif pada kelancaran lalu lintas.
Sebaliknya, metode jacking hanya memerlukan titik-titik lubang tertentu untuk mendorong dan memantau pemasangan pergerakan pipa dari satu ujung ke ujung lainnya di bawah tanah.
Tak Ada Aktivitas PekerjaOleh karena itu, sejumlah lubang galian yang saat ini menganga di Jalan Peta Selatan difungsikan sebagai bak kontrol, bukan area utama pengerjaan fisik para tukang.
Sejumlah lubang galian hanya dimanfaatkan untuk memantau pipa baru, bukan untuk melakukan pekerjaan teknis di atasnya.
"Nah, lubang-lubang itu sebenarnya buat ngelihat pipanya itu lurus atau enggak, sesuai apa enggak," kata Gatra.
Baca juga: PAM Jaya Jelaskan Galian Pipa di Kalideres yang Dianggap Terbengkalai
Gatra pun memaklumi kebingungan warga yang merasa proyek tersebut ditinggalkan begitu saja lantaran tidak ada pekerja di sekitar lubang galian.
"Nah, makanya kalau orang-orang lewat situ ngelihat, pasti kesannya jadi 'ada lubang doang tapi enggak ada yang kerja'. Ya memang enggak ada yang kerja di atas karena itu untuk mantau," jelasnya.
"Selama proses pekerjaan tuh, makanya kalau orang lewat ya memberikan kesannya jadi seperti itu, karena memang itu pipa didorong sebetulnya dari titik start-nya di bawah tanah sampai ujung," sambung dia.
Meski membantah proyeknya mangkrak, Gatra mengakui bahwa proses penyelesaian galian pipa di kawasan tersebut memang mengalami kemunduran dari target awal.





