CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Pemberitan tekait stok bahan bakar minyak (BBM) nasional yang disebut hanya cukup untuk 20 hari akibat dampak konflik di Timur Tengah ramai dibahas.
Di media sosial, netizen bahkan mempertanyakan bagaimana kondisi jelang lebaran khususnya untuk mudik jika stok BBM tinggal 20 hari.
Pernyataan stok BBM dilontarkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengenai stok bahan bakar minyak (BBM) pada Selasa (3/3).
Sehari setelah pernyataan tersebut, Bahlil meluruskan informasi yang beredar. Menjelang rapat terbatas di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/3), Bahlil menegaskan bahwa angka tersebut bukan menunjukkan kondisi darurat, melainkan menggambarkan kapasitas daya tampung atau storage BBM yang dimiliki Indonesia selama ini.
“Memang sejak dahulu, sudah sejak lama, bahwa kemampuan storage kita, daya tampung BBM kita di Republik Indonesia ini tidak lebih dari 21 sampai 25 hari,” katanya, dikutip dari Antara.
Menurut Bahlil, kapasitas penyimpanan BBM nasional memang berada dalam kisaran tersebut. Standar minimal ketahanan stok berada di angka 20–21 hari, sedangkan batas maksimalnya sekitar 25 hari.
Ia menjelaskan, berdasarkan pembahasan bersama Dewan Energi Nasional (DEN), rata-rata ketahanan stok BBM nasional saat ini berada di kisaran 22 hingga 23 hari.
Bahlil menekankan bahwa keterbatasan stok bukan disebabkan oleh ketidakmampuan pemerintah menyediakan pasokan energi, tetapi lebih karena kapasitas tangki penyimpanan yang belum mampu menampung cadangan dalam jumlah lebih besar.
“Kalau kita mau tambah, kita simpan di mana? Storage-nya memang belum cukup,” ujarnya.
Karena itu, ia meminta agar informasi mengenai stok BBM tidak disalahartikan oleh masyarakat. Menurutnya, persoalan utama bukan pada ketersediaan pasokan energi, melainkan pada keterbatasan infrastruktur penyimpanan.
Lebih lanjut, Bahlil mengungkapkan bahwa pemerintah di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto telah menyiapkan langkah percepatan pembangunan fasilitas penyimpanan energi guna memperkuat ketahanan energi nasional.
“Arahan Bapak Presiden Prabowo memerintahkan kepada kami untuk segera membangun storage supaya ketahanan energi kita ada. Storage-nya berapa lama? Insyaallah rencana sampai dengan 3 bulan,” katanya.
Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi fondasi penting dalam memperkuat sistem ketahanan energi nasional, terutama dalam menghadapi dinamika geopolitik global serta potensi gangguan pasokan energi dunia.




