Menlu Ungkap Risiko Perang AS-Israel vs Iran: Eskalasi Besar Libatkan Banyak Negara

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono mengungkapkan ada risiko terjadinya eskalasi yang melibatkan lebih banyak negara usai serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.

Risiko paling buruk adalah terjadinya eskalasi yang lebih besar yang melibatkan lebih banyak negara gitu. Itu risikonya," kata Sugiono di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Sugiono mengatakan, pemerintah Indonesia menyesalkan gagalnya perundingan antara Iran dan AS yang berujung serangan AS-Israel ke Iran.

Ia menegaskan, Indonesia berharap konflik di Kawasan Timur Tengah dapat segera mereda.

Baca juga: Sugiono Telepon Menlu UEA, Bahas Situasi Terkini di Timur Tengah

Indonesia juga menegaskan agar setiap negara menahan diri dan menghormati kedaulatan masing-masing negara.

"Kita menginginkan ada de-eskalasi. Kemudian situasi mereda, ya kan. Tetapi tetap saja, kita menekankan kembali pentingnya semua negara itu menghormati prinsip-prinsip kedaulatan dan integritas wilayah negara-negara lain," ucapnya.

Terkait konflik antara Iran dan AS-Israel ini, Presiden RI Prabowo Subianto juga sudah menawarkan diri menjadi mediator jika pihak berkonflik bersedia.

Intinya, kata Sugiono, prinsip-prinsip hukum-hukum internasional dan piagam Persatuan Bangsa-Bangsa (PB) itu harus tetap dihormati.

Baca juga: Waspadai Imbas Perang AS-Israel vs Iran, SMF: 2026 Bukan Tahun yang Penuh Bunga dan Pelangi...

"Dan Presiden sendiri sudah menyampaikan keinginan beliau, menawarkan kesediaan beliau untuk menjadi mediator jika kedua belah pihak menyepakati dan menyetujui ya," ucap Sugiono.

Diketahui, Israel menjadi pihak yang pertama kali mengonfirmasi bahwa negaranya resmi menyerang Iran pada Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat.

Tak lama kemudian, Presiden AS Donald Trump secara resmi mengumumkan bahwa Negeri Paman Sam bergabung dengan Israel serang Iran.

Baca juga: Jika AS Ngotot Ingin Mengubah Rezim, Iran Ancam Serang Reaktor Nuklir Israel

Perang Israel dan Amerika Serikat dengan Iran ditandai dengan misil-misil yang menghujani langit Teheran.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Iran pun langsung membalas serangan Israel dan AS dengan menembakkan sejumlah misil ke lokasi yang terkait dengan operasi militer AS.

Beberapa pangkalan udara AS yang diserang adalah Al Udeid di Qatar, Pangkalan udara Al-Salem di Kuwait, Pangkalan udara Al-Dhafra di Uni Emirat Arab, dan Markas Armada Kelima AS di Bahrain.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menteri PKP Genjot Kuota Rumah Rakyat Kalbar, BSPS Naik Empat Kali Lipat
• 15 jam lalutvrinews.com
thumb
Isi Video Dea Store Meulaboh Dicari Netizen di X: Ternyata Ini yang Terjadi di Balik Pintu Tertutup!
• 40 menit laluharianfajar
thumb
10 Miliarder Terkaya di Dunia 2026, Elon Musk Nomor Satu
• 1 jam lalumedcom.id
thumb
Harga Gas Eropa Melonjak 2 Kali Lipat Imbas Perang AS-Israel vs Iran
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Foto: 5.905 Calon Penumpang Batal Terbang di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali
• 20 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.