Kalau Emosi Baik, Semua Hal Akan Baik

erabaru.net
3 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Tokoh legenda Thailand—“Raja Naga Putih” (Bai Long Wang) Kimnam Chiraratanaphichet—untuk pertama kalinya diwawancarai: “Kalau temperamenmu baik, semuanya akan baik.”

Tokoh legenda Thailand yang dikenal sebagai Bai Long Wang (Raja Naga Putih) mengatakan bahwa selama seseorang memiliki temperamen yang baik, maka banyak urusan hidup akan berjalan baik.

“Kalau mau tahu masa depan baik atau tidak, segala urusan lancar atau tidak, yang paling penting adalah punya temperamen yang baik. Jangan takhayul. Hormatilah orang tua—itu lebih penting daripada menghormati dewa.”

Bai Long Wang yang selama ini penuh misteri, untuk pertama kalinya dalam 30 tahun menerima wawancara jurnalis di Kuil Bai Long Wang, Thailand. Saat itu usianya 72 tahun. Ia mengenakan baju merah dan jaket krem. Rambutnya memutih, kulitnya gelap, sorot matanya tajam, sambil mengisap cerutu.

Bai Long Wang dikenal di Thailand sebagai “orang aneh yang istimewa”—tokoh yang diyakini mampu membantu orang menepis kesialan dan menyelesaikan perkara sulit. Namanya tersohor hingga luar negeri. Banyak bintang film dan artis Hong Kong pernah datang meminta petunjuk dan “keberuntungan” darinya.

Bertemu Maksimal 5 Menit

Gaya hidup dan caranya melayani orang juga unik.

Umumnya, setiap orang yang datang—baik orang biasa maupun selebritas besar—akan bertemu dengannya tidak lebih dari 5 menit. Ia memperlakukan semua orang sama. Bahkan “raja” hiburan seperti Andy Lau dan Tony Leung pun tidak mendapat perlakuan khusus.

Ia mengatakan bahwa setelah mengetahui dirinya adalah “reinkarnasi Bai Long Wang”, ia pada dasarnya hanya menerima masyarakat umum dan para pengikut. Dalam pertemuan pun, ia tetap membatasi waktu sekitar lima menit—tanpa membedakan status.

Waktu menerima pengikut biasanya setiap Jumat hingga Minggu (disebutkan 15–17 Januari). Setiap kali ia menerima sekitar 100 orang, dan jika sedang ramai bisa sampai 150 orang.

Karena pengikutnya banyak dan datang dari berbagai negara/wilayah, tak sedikit yang membentuk rombongan khusus demi bisa bertemu Bai Long Wang dan meminta arahan.

Walaupun kuil baru buka pukul 08.00, pembagian nomor antrean sudah dimulai sejak pukul 05.00.

Disebutkan pula, sekitar pukul 06.00, ketika kuil mulai bisa dimasuki, para murid terlebih dahulu masuk untuk menyalakan dupa dan bersembahyang. Setelah itu, sesi konsultasi baru benar-benar berjalan mulai pukul 08.00, hingga sekitar pukul 13.00 barulah istirahat.

Bahkan, banyak murid sudah antre ambil nomor sejak pukul 03.00. Pada hari-hari besar, ada yang mulai antre sejak pukul 00.00—hanya untuk mendapatkan “satu kalimat” petunjuk darinya.

Bai Long Wang mengatakan istri, anak, dan cucunya tinggal di dekat kuil. Ia sendiri tinggal di dalam kuil, dan menghabiskan sebagian besar waktunya untuk meditasi.

Setelah wawancara, ia memberi sang jurnalis selembar uang 5 yuan yang sudah ditandatangani langsung olehnya, sambil mengatakan bahwa orang yang pernah bertemu dirinya pasti mengenali uang itu.

Ia menolak difoto, karena tidak ingin promosi.

Ia juga menegaskan biaya operasional kuil berasal dari sumbangan para murid.
“Orang yang datang bertanya, saya tidak mematok bayaran. Mau memberi uang minyak lampu/dupa berapa, itu terserah dia.”

Ia mengatakan selama ini ia tidak pernah mau diwawancarai karena tidak ingin terkenal. Ia hanya ingin membantu orang—siapa pun yang punya masalah boleh datang.

9 Petuah/Prinsip Bai Long Wang

Jurnalis merangkum sembilan prinsip yang sering ia ucapkan untuk dijadikan bahan renungan:

  1. “Banyak orang datang bertanya: usaha saya bagaimana, keluarga saya bagaimana, anak saya bagaimana, jodoh saya bagaimana. Saya hanya tanya satu hal: temperamenmu bagaimana? Dari situ semua jawaban akan terlihat.”
  2. “Menyembah dewa minta keselamatan, tapi pulang ke rumah malah membantah orang tua—bagaimana mungkin dapat keselamatan?”
  3. “Orang tua adalah ‘dewa’ yang sesungguhnya. Perlakukan orang tua lebih baik daripada memperlakukan dewa, maka semua akan lancar.”
  4. “Hati yang baik, hari-harinya akan baik.” (Ini semboyannya.)
  5. “Sekolah tinggi itu bagus. Tapi kalau ‘ego’/emosi yang tinggi, itu sangat tidak bagus.”
  6. “Dewa tidak menipu manusia—yang menipu itu manusia terhadap dewa. Orang mati tidak memaki—yang memaki itu manusia terhadap orang mati.”
  7. “Siapa pun—orang baik, orang jahat, kaya, miskin—kalau datang ke sini, tetap harus antre.”
  8. “Menyembah dewa jangan sampai menjadi takhayul.”
  9. “Pohon yang baik menghasilkan api yang baik. Jika suami-istri harmonis, anak-anak pun belajar untuk menghargai dan mengalah demi orang lain.”

Hikmah Cerita

Tulisan ini lebih mirip laporan berita daripada artikel, tetapi isinya kuat dan layak direnungkan.

Banyak kalimatnya menampar sekaligus menyadarkan, terutama yang ini:

“Orang bertanya usaha, keluarga, anak, jodoh… Saya hanya tanya: temperamenmu bagaimana?”

Kalimatnya memang tentang temperamen, tetapi kalau dipikir lebih dalam, ini tentang karakter. Hidup seseorang—baik atau buruk—selain dipengaruhi latar belakang, sangat besar ditentukan oleh kepribadian.

Orang yang karakternya positif akan mencari cara menyelesaikan masalah.
Orang yang lemah dan pasif akan memilih mengeluh dan lari.

Sering kali ketika menghadapi masalah, manusia sibuk mencari jawaban ke luar: orang pintar, “guru”, ramalan, pertolongan ini-itu. Padahal, jawaban paling penting justru ada di dalam: cara kita berpikir, cara kita bereaksi, cara kita mengendalikan diri.

Kalau kita tidak mau berubah, bantuan dari luar biasanya hanya “mengobati gejala”, bukan menyembuhkan akar masalah. Pada akhirnya, masalah yang sama akan muncul lagi.

Perubahan hidup yang paling nyata, biasanya dimulai dari satu hal sederhana: memperbaiki diri sendiri lebih dulu. (Jhon)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
ABK Fandi Ramadhan Divonis 5 Tahun Penjara atas Kasus 2 Ton Sabu
• 32 menit lalubisnis.com
thumb
Penyaluran Bansos PKH dan BPNT 2026 Sudah 90 Persen, Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Foto: Kasus Dugaan Manipulasi Saham, OJK Periksa PT MASI
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Ketika si raja rimba tunjukkan belangnya di Agam
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Mentrans Dorong Produktivitas Durian Parigi Moutong
• 21 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.