JAKARTA, KOMPAS.com - Dua anak Ermanto Usman (65), pensiunan JICT yang menjadi korban pembunuhan di Pondok Gede, Kota Bekasi, menjalani asesmen di Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) usai mengajukannya, Kamis (5/3/2026).
Anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka mengatakan, pihaknya mengantar keluarga korban untuk mengajukan permohonan perlindungan sekaligus asesmen ke Kantor LPSK, Jakarta Timur.
"Pagi hari ini mengantar, meminta perlindungan untuk keluarga korban, dua orang anak yang kami minta bantuan untuk mendapatkan assesmen secara klinis juga, secara psikologis dari LPSK, terutama yang paling kecil karena berada di lokasi peristiwa saat kejadian," tutur Rieke di Kantor LPSK, Kamis.
Baca juga: Polres Pelabuhan Tanjung Priok Telusuri Pembuat Surat Minta THR ke Pengusaha Truk
Rieke menjelaskan, total ada enam anggota keluarga Ermanto yang diajukan untuk mendapatkan perlindungan LPSK, salah satunya istri korban.
"Totalnya kami minta perlindungan terutama untuk istri korban yang sekarang masih dalam keadaan kritis di rumah sakit, untuk empat orang anak dan menantunya, dan siapa pun yang berkorelasi dekat dengan korban, begitu," ungkap Rieke.
Rieke berharap kasus pembunuhan tersebut dapat diungkap secara menyeluruh, tidak hanya menangkap pelaku eksekutor, tetapi juga mengungkap pihak yang menjadi dalang di balik peristiwa itu.
"Sekali lagi, titip Bapak, titip anak-anaknya korban di sini, mohon pendampingan, juga untuk istrinya. Mohon doanya se-Indonesia, mudah-mudahan kasus ini bisa terungkap bukan hanya eksekutor, tapi siapa otak di balik peristiwa yang sangat keji, sangat tragis di bulan Ramadan ini terjadi pembunuhan yang sangat kejam," jelasnya
Sebelumnya diberitakan, Ermanto dan istrinya, Pasmilawati (60), diduga menjadi korban perampokan disertai penganiayaan yang berujung maut pada Senin (2/3/2026).
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal, mengatakan dugaan sementara peristiwa yang menimpa Ermanto dan Pasmilawati mengarah pada tindak perampokan meski motif pastinya masih dalam penyelidikan.
Baca juga: Pemotor Tewas Usai Tabrak Truk yang Lagi Cek Ban di Kolong Flyover UI
"Masih dalam lidik, kami belum bisa menyimpulkan saat ini. Tapi yang disampaikan anak korban, gelang emas di tangan ibunya hilang, kunci mobil dua-duanya hilang," ujar Andi di lokasi kejadian, Senin.
Saat ditemukan, Ermanto berada di atas kasur dalam kondisi bersimbah darah, sementara Pasmilawati tergeletak di lantai kamar. Pemeriksaan awal medis menunjukkan keduanya mengalami luka akibat pukulan benda tumpul di bagian belakang kepala.
Saat ini, penyelidikan melibatkan personel Polsek Pondok Gede, Polres Metro Bekasi Kota, hingga Jatanras Polda Metro Jaya untuk mengungkap pelaku serta motif dalam kasus tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




