Jakarta, VIVA - Apple memperkenalkan tiga lini laptop terbaru yang menyasar segmen pengguna berbeda, mulai dari perangkat terjangkau hingga laptop profesional berperforma tinggi.
Produk tersebut adalah MacBook Neo, MacBook Pro dengan chip M5 Pro dan M5 Max, serta MacBook Air dengan chip M5. Ketiganya menghadirkan peningkatan performa, efisiensi energi, serta dukungan kecerdasan buatan (AI) yang lebih kuat.
MacBook Neo menjadi model paling terjangkau dalam jajaran laptop Apple. Perangkat ini dirancang agar lebih mudah diakses oleh lebih banyak pengguna tanpa mengorbankan desain premium.
Laptop tersebut menggunakan bodi aluminium dengan sudut melengkung halus serta pilihan warna ceria, yaitu blush, citrus, indigo, dan silver. MacBook Neo dilengkapi layar 13 inci dengan resolusi 2408 x 1506 piksel dan tingkat kecerahan hingga 500 nits.
Dari sisi performa, perangkat ini menggunakan chip A18 Pro yang dirancang untuk berbagai aktivitas harian seperti menjelajah web, membuat dokumen, menonton konten streaming, mengedit foto, hingga menjalankan fitur berbasis kecerdasan buatan (AI).
Apple mengklaim chip A18 Pro mampu menghadirkan kinerja hingga 50 persen lebih cepat untuk tugas sehari-hari dibandingkan komputer dengan Intel Core Ultra 5 generasi terbaru.
Untuk beban kerja berbasis AI, performanya disebut bisa tiga kali lebih cepat, sementara pengeditan foto dapat berjalan hingga dua kali lebih cepat. Laptop ini juga dibekali baterai dengan daya tahan hingga 16 jam pemakaian.
Fitur lain yang disematkan meliputi Magic Keyboard, trackpad Multi-Touch berukuran besar, serta Touch ID untuk autentikasi yang lebih cepat dan aman. Berdasarkan situs Apple di Singapura, MacBook Neo dijual mulai 849 dolar Singapura (Rp11 jutaan).
Selain model terjangkau, Apple juga meluncurkan MacBook Pro terbaru dengan chip M5 Pro dan M5 Max yang ditujukan bagi pengguna profesional.
Chip tersebut memiliki CPU hingga 18 core yang terdiri dari 6 core super dan 12 core performa, menghasilkan peningkatan kinerja hingga 30 persen dibanding generasi sebelumnya.
GPU pada chip M5 Pro dan M5 Max juga dilengkapi Neural Accelerator di setiap inti, sehingga mampu memproses prompt large language model (LLM) hingga empat kali lebih cepat dibandingkan chip M4 Pro dan M4 Max.





