Jakarta, tvOnenews.com - Bursa kripto Indonesia, Central Finansial X (CFX), memproyeksikan industri aset kripto nasional tetap berada dalam tren pertumbuhan positif sepanjang 2026 meski dinamika ekonomi global masih berlangsung.
Direktur Utama CFX, Subani, menyampaikan optimisme tersebut dalam acara bertajuk “Berbagi Visi, Mempererat Silaturahmi” bersama Kliring Komoditi Indonesia dan Indonesia Coin Custodian.
“Kami melihat pasar aset kripto domestik masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar tahun ini,” ujar Subani, Rabu (4/3/2026).
Ia mengungkapkan, mayoritas pengguna kripto saat ini berasal dari kalangan generasi Z (Gen Z). Kelompok usia muda tersebut dinilai lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi digital dan instrumen investasi berbasis blockchain, sehingga menjadi motor penggerak aktivitas perdagangan aset kripto di dalam negeri.
Selain faktor demografi, keterlibatan investor institusi juga mulai menunjukkan peningkatan. Kondisi ini diyakini dapat menopang stabilitas transaksi sekaligus memperdalam likuiditas pasar sepanjang 2026.
Biaya Transaksi Turun Bertahap
Untuk memperkuat daya saing bursa dalam negeri, CFX menerapkan penurunan biaya transaksi secara bertahap. Dari sebelumnya sebesar 0,04 persen, biaya tersebut telah diturunkan menjadi 0,02 persen per 1 Maret 2026 dan ditargetkan kembali turun menjadi 0,01 persen mulai 1 Oktober 2026.
"Langkah ini dilakukan guna mendorong peningkatan volume perdagangan di platform domestik serta mempersempit selisih biaya dengan bursa luar negeri yang selama ini menawarkan tarif lebih kompetitif," kata Subani.
Menurut CFX, struktur biaya yang lebih efisien diharapkan mampu menarik lebih banyak aktivitas transaksi ke dalam negeri dan memperkuat fondasi industri kripto nasional.
Perkuat Ekosistem Aset Digital
CFX menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur perdagangan, transparansi, serta tata kelola industri. Sinergi antara bursa, lembaga kliring, dan kustodian dinilai menjadi elemen penting dalam membangun ekosistem aset digital yang sehat dan berkelanjutan.
Dengan dukungan basis pengguna muda yang dominan serta strategi efisiensi biaya, industri kripto Indonesia diperkirakan tetap berada pada jalur ekspansi sepanjang 2026. (abs)




