Cap Go Meh Bogor Dinilai Terbesar Bersama Singkawang, Bima Arya Soroti Nilai Toleransi

tvrinews.com
12 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Ayatullah Humaeni

TVRINews, Bogor

Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, menyebut Indonesia memiliki sejumlah kota dengan perayaan Cap Go Meh yang meriah, seperti Surabaya, Bandung, Manado, dan Bekasi. Namun menurutnya, perayaan terbesar hanya ada di dua daerah, yakni Singkawang dan Kota Bogor.

Hal tersebut disampaikan Bima Arya usai menghadiri puncak perayaan Bogor Street Festival Cap Go Meh 2026 di kawasan Jalan Suryakencana, Kota Bogor. Ia menilai kekuatan utama Bogor selama ini terletak pada kolaborasi dan sinergi antara masyarakat, komunitas, dan pemerintah daerah.

“Nah, kalau bertahun-tahun Bogor istimewa karena kolaborasinya, tahun ini agak berbeda. Tidak hanya kolaborasinya, tetapi juga toleransinya, karena bertepatan dengan bulan Ramadan,” ucap Bima.

Menurutnya, perayaan tahun ini menghadirkan nuansa berbeda karena berlangsung di tengah bulan suci Ramadan. Panitia, kata dia, mampu merancang rangkaian acara secara elegan, diawali dengan bazar Ramadan serta penyesuaian jadwal kegiatan setelah pelaksanaan salat tarawih.

“Tadi kami sama-sama menunaikan salat tarawih terlebih dahulu, kemudian nanti juga ada nuansa Islami yang mengiringi pawai yang akan berjalan. Ini adalah ciri khas Kota Bogor,” ucapnya.

Bima Arya menambahkan, di tengah tantangan bangsa yang semakin kompleks dan potensi perbedaan pendapat yang muncul di berbagai tempat, nilai kebersamaan harus terus dirawat

Ia menegaskan bahwa jika masyarakat hanya berangkat dari perbedaan, maka persatuan akan sulit terwujud. Karena itu, momentum Cap Go Meh dinilai menjadi ruang untuk menjahit kebersamaan.

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan rasa syukur atas keberlangsungan tradisi tersebut yang telah memasuki penyelenggaraan ke-24 kali, atau total 27 kali dengan tiga kali sempat tertunda.

“Alhamdulillah, ini tradisi Kota Bogor yang sudah berlangsung 24 kali. Sebetulnya total 27 kali, tetapi tiga kali tertunda. Ini merupakan bentuk komitmen masyarakat Bogor, khususnya untuk menguatkan toleransi keberagaman dan mempererat tali silaturahmi antarumat beragama serta antarunsur masyarakat di Kota Bogor,” ujarnya.

Perayaan Cap Go Meh di Kota Bogor pun kembali menegaskan identitas kota hujan sebagai ruang perjumpaan budaya, yang tidak hanya merawat tradisi, tetapi juga memperkuat nilai toleransi di tengah keberagaman masyarakatnya.

Editor: Redaktur TVRINews


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Retas CCTV Lalu Lintas hingga Saluran Telepon, Begini Cara Israel Bisa Bunuh Ayatollah Ali Khamenei
• 4 jam laluviva.co.id
thumb
BNPB Salurkan Bantuan Stimulan Tahap II Dampak Bencana Senilai Rp5,2 Miliar di Sumbar
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Terpopuler News Internasional: Amerika Mulai Ciut Ditinggal Sekutu Eropa, Hingga Ajakan Iran Kepada Negara Islam Perangi AS-Israel
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
KPK Tetapkan Bupati Fadia Arafiq Jadi Tersangka Kasus Pengadaan Barang dan Jasa di Pekalongan
• 18 jam lalukompas.com
thumb
Akademisi Ini Mengkritisi Pelibatan TNI Menanggulangi Terorisme, Ingatkan Pidato Bung Karno
• 1 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.