JAKARTA, KOMPAS.com — Penemuan bayi perempuan berusia dua hari di sebuah gerobak nasi uduk di Jalan Pejaten Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, menyisakan banyak pertanyaan.
Bayi itu ditemukan bersama sepucuk surat yang diduga ditulis seorang anak berusia 12 tahun yang mengaku sebagai kakaknya.
Surat tersebut berisi permintaan agar orang yang menemukan bayi itu bersedia merawatnya.
“Assalamualaikum, Bapak/Ibu yang menemukan adik saya, saya Zidan ingin minta tolong untuk merawat adik saya, karena ibu saya meninggal saat melahirkan. Tolong anggap seperti anak sendiri, karena saya tidak akan menemukan atau mengunjunginya dia lagi, saya tidak mau masa depan dia seperti saya, terima kasih,” tulis surat tersebut.
Baca juga: Kesaksian Warga Pejaten Temukan Bayi di Gerobak Nasi Uduk Ibunya: Tanganku Gemetar
Bayi yang disebut berinisial AR itu diketahui baru lahir pada Senin (2/3/2026).
Ia ditemukan sehari kemudian, Selasa (3/3/2026), di dalam gerobak nasi uduk.
Di lokasi yang sama, warga juga menemukan beberapa perlengkapan bayi, seperti susu bayi 0–6 bulan kemasan kotak berwarna merah, tisu basah, dan sarung tangan bayi berwarna biru.
Kesaksian warga
Seorang warga bernama Ati (53) mengaku melihat seorang pria melewati gang sempit di Jalan Pejaten Raya sekitar satu jam sebelum bayi tersebut ditemukan.
Saat itu, Ati sedang duduk di dalam rumah dengan pintu terbuka.
Penglihatannya yang sudah menurun membuat ia tidak melihat dengan jelas wajah pria tersebut.
Baca juga: Bayi Dua Hari Ditemukan di Gerobak Nasi Uduk Pasar Minggu, Surat Kakak: Ibu Sudah Meninggal
Namun, ia memastikan pria itu membawa tas belanja berwarna hitam.
“Ada orang lewat kayak bapak-bapak gitu, nenteng tas hitam. Sekitar jam 16.30 WIB,” kata Ati saat ditemui di rumahnya, Kamis.
Ati sempat mengira pria tersebut adalah kurir yang biasa mengantarkan paket ke rumah tetangganya.
Ia tidak menaruh curiga saat melihat pria berjaket cokelat muda itu melintas menuju ujung gang.