Presiden Iran Puji Sikap Spanyol yang Tolak Bantu AS: Masih Ada Etika di Barat

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Presiden Iran,Masoud Pezeshkian memuji sikap Spanyol yang menolak memberi izin kepada kapal-kapal Angkatan Laut (AL) Amerika Serikat (AS) untuk berlabuh lalu menyerang Iran.

Menurut Pezeshkian, langkah Spanyol adalah tindakan terpuji karena menunjukkan perlawanan kepada koalisi Israel-AS.

"Spanyol melakukan langkah yang melawan koalisi Zionis-AS, yang terus menerus melanggar HAM serta agresi yang mereka lakukan terhadap negara-negara, termasuk Iran. Langkah Spanyol menunjukkan etika dan kesadaran masih ada di Negara Barat. Saya memuji Spanyol atas keputusan itu," kata Pezeshkian lewat akun X-nya, @drpezeshkian, Kamis (5/3).

Pada Rabu (4/3), Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menyatakan ketegasannya bahwa ia menolak untuk terlibat dalam kooperasi apa pun dengan Israel-AS pada konflik dengan Iran. Termasuk memberi izin pesawat-pesawat AS mendarat di wilayahnya.

"Posisi pemerintah Spanyol bisa dirangkum dalam 4 kata: katakan tidak pada perang!" kata Sanchez di stasiun TV Spanyol, via AFP.

"Kita tak mau terlibat pada sesuatu yang mencederai perdamaian dunia, dan itu selalu kontras dengan nilai-nilai dan kepentingan kita," sambungnya.

Sanchez Tak Ingin Ulangi Kesalahan Spanyol

Spanyol adalah anggota NATO. Pangkalan-pangkalan mereka di Laut Mediterania, bisa memberi mesin perang AS waktu untuk mengisi bahan bakar lagi, atau beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan ke Timur Tengah.

Sebelumnya, pada 2003, Spanyol memberi izin AS untuk menggunakan Pelabuhan Rota dan Pangkalan Udara Moron. AS menggunakan pangkalan-pangkalan tersebut untuk menginvasi Irak.

Sánchez tak ingin kesalahan kebijakan luar negeri di masa lalu terulang lagi.

"Dua puluh tiga tahun lalu, pemerintahan Amerika Serikat yang lain menyeret kita ke dalam perang di Timur Tengah, yaitu perang di Irak, yang katanya untuk menghilangkan senjata pemusnah massal milik Saddam Hussein, membawa demokrasi, dan menjamin keamanan global," kata Sanchez dalam pidatonya.

"Kenyataannya, jika dilihat dari perspektif sekarang, perang itu justru menghasilkan dampak yang sebaliknya. Perang tersebut memicu gelombang ketidakamanan terbesar yang dialami benua kita sejak runtuhnya Tembok Berlin," ujarnya.

"Perang itu juga menyebabkan peningkatan drastis terorisme, memicu krisis migrasi serius di kawasan Mediterania, serta mendorong kenaikan harga energi. Kita harus belajar dari sejarah dan tidak boleh memainkan ‘rolet Rusia’ dengan nasib jutaan orang," kata Sanchez.

Dari 27 negara anggota Uni Eropa, sejauh ini hanya Sanchez yang berani menentang Presiden AS Donald Trump. Trump pun mengancam akan memutus hubungan perdangangan dengan Spanyol.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Balita Penerima Imunisasi Campak di RI Capai 63,52%, Paling Dikit di Aceh-Sumbar
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Jalur Pendakian Gunung Merbabu Dibuka Lagi
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Nestl Indonesia Tegaskan Dampak Nyata Program Pendampingan Gizi, Dukung Upaya Pencegahan Stunting
• 9 jam lalusuara.com
thumb
Imigrasi Palu tahan WNA usai meneliti tanpa izin di TN Lore Lindu
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Dihancurkan NATO, Rudal Iran Disebut Diarahkan ke Siprus Bukan Turki
• 18 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.