Korban Ledakan Petasan di Ponorogo Bertambah, Toni Tewas usai Kritis 5 Hari

realita.co
4 jam lalu
Cover Berita

PONOROGO (Realita)- Korban ledakan petasan di Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, bertambah. Ini setelah korban luka Ahmad Fatoani (20) dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (5/3/2026) pagi.

Warga Desa Morosari, Kecamatan Sukorejo tersebut mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan intensif selama lima hari di ruang Intensive Care Unit (ICU) sejak Minggu (1/3/2026).

Baca juga: Polisi Amankan 94 Selongsong Petasan di Ponorogo, Disimpan di Rumah Warga ODGJ

Humas rumah sakit, Sugianto, mengatakan bahwa tim medis telah berupaya maksimal dalam menangani korban. Namun, luka bakar serius serta dampak ledakan pada organ vital membuat nyawa pemuda tersebut tidak tertolong.

"Pasien dirawat di ruang ICU karena membutuhkan perawatan intensif. Selama empat hari menggunakan alat bantu pernapasan," ujarnya. 

Berdasarkan pemeriksaan medis, Ahmad mengalami luka bakar mencapai 36 persen pada tubuhnya. Area luka paling parah terkonsentrasi di bagian wajah dan leher.

Sugianto menjelaskan bahwa tekanan tinggi dari ledakan tersebut tidak hanya merusak jaringan kulit, tetapi juga merusak sistem internal korban.

Baca juga: Kondisi Korban Ledakan Petasan di Ponorogo: Satu Kritis di ICU, Satu Dirawat di Ruang Flamboyan

"Luka akibat ledakan mengenai bagian leher sehingga pembuluh darah dan saluran napas mengalami gangguan," tambahnya.

Kepala Desa Morosari, Samsi, mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi yang ia terima, Ahmad memang diketahui beberapa kali membuat petasan. Namun, aktivitas tersebut biasanya dilakukan di luar lingkungan tempat tinggalnya.

"Informasi yang kami terima, korban memang pernah membuat petasan, tapi biasanya tidak di desa. Kebanyakan bersama teman-temannya di luar desa," ungkapnya. 

Baca juga: Kesaksian Korban Selamat Ledakan Petasan di Ponorogo, Akui Terpental saat Taruh Kunci Motor

Peristiwa nahas ini bermula saat Toni bersama rekannya, Rifa Kurnia Putra (14), meracik petasan di rumah milik Minten yang berlokasi di Desa Plosojenar, Minggu,( 01/03/2026) lalu. Namun bubuk misiu yang terdiri dari potasium dan bosster kelengkeng seberat 5 kilogram itu meledak tiba-tiba saat diracik. 

Akibat ledakan tersebut, Rifa tewas di lokasi kejadian dengan kondisi luka parah. Sementara itu, Toni yang sempat terpental langsung dilarikan ke rumah sakit sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia pagi tadi.

Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat mengenai bahaya penggunaan dan peracikan bahan peledak secara mandiri yang berisiko tinggi mengancam keselamatan jiwa. znl

Editor : Redaksi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Prioritaskan Program PLTS 13 GW untuk Desa pada Tahap Awal
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Tangis Ibu Saat Fandi ABK Medan Divonis 5 Tahun Penjara: Saya Harap Bebas
• 1 jam laludetik.com
thumb
OJK Geledah Mirae Asset Sekuritas, Bekukan Saham Rp14,5 T
• 10 jam lalutvrinews.com
thumb
Korea Selatan Siapkan Dana Stabilisasi Pasar 100 Triliun Won, Antisipasi Perang AS-Israel vs Iran
• 41 menit lalubisnis.com
thumb
Harga Emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Kamis 5 Maret 2026 Turun, Cek Rincian Terbarunya
• 12 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.