AS Belum Akui Serang Sekolah Iran: Kami Sedang Selidiki

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

VIVA - Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan pemerintahnya sedang "menyelidiki" serangan udara terhadap sebuah sekolah dasar putri di Iran selatan, yang dilaporkan menewaskan 168 siswi. 

"Yang bisa saya katakan adalah kami sedang menyelidikinya," kata Hegseth kepada wartawan pada Rabu ketika ditanya mengenai pengeboman Sekolah Perempuan Shajareh Tayyebeh di kota Minab, Iran. 

Baca Juga :
AS Tenggelamkan Kapal Iran di Laut Lepas Sri Lanka, Menlu Iran: AS Akan Menyesalinya!
Pasar Energi Waspada Konflik Iran vs Israel-AS, Harga Minyak dan Gas Diprediksi Naik dalam Waktu Dekat

Ia menambahkan bahwa militer AS "tak pernah menargetkan lokasi sipil." 

Pejabat Iran menyatakan sekolah itu menjadi target serangan gabungan AS-Israel ke Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Gubernur setempat, Mohammad Radmehr, mengatakan serangan itu menghantam gedung sekolah ketika para siswi sedang belajar sehingga menewaskan anak-anak perempuan berusia antara 7 hingga 12 tahun. 

Bangunan sekolah tersebut sebagian besar hancur dan bagian atap beton runtuh menimpa ruang kelas. 

Media pemerintah Iran melaporkan bahwa 168 orang tewas dan sedikitnya 95 orang terluka dalam serangan itu. 

Iran menuduh AS dan Israel melakukan serangan tersebut, sementara militer Israel menyatakan tidak mengetahui adanya serangan Israel maupun AS di wilayah itu. 

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pada Senin, menuduh Amerika Serikat dan Israel bertanggung jawab atas kematian para siswi tersebut. 

"Ini adalah liang kubur yang digali untuk lebih dari 160 gadis muda tak berdosa yang tewas dalam pengeboman sekolah dasar oleh Amerika dan Israel. Tubuh mereka hancur berkeping-keping. Inilah kenyataan dari ‘penyelamatan’ yang dijanjikan oleh Trump. Dari Gaza hingga Minab, orang-orang tak bersalah dibunuh dengan kejam,” tulis Araghchi di platform X, disertai foto deretan kuburan yang baru digali. 

Pemerintah Teheran menyerukan tindakan dan solidaritas internasional setelah sejumlah rumah sakit dan sekolah terdampak serangan udara Amerika Serikat dan Israel, di tengah berlanjutnya peluncuran rudal dan drone oleh Iran ke berbagai wilayah. 

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, pada Senin mengatakan bahwa kedua negara tersebut terus menyerang kawasan permukiman tanpa pandang bulu, tidak mengindahkan rumah sakit, sekolah, fasilitas Bulan Sabit Merah, maupun situs budaya. 

Israel sebelumnya membantah terlibat dalam serangan mematikan pada perang lain, yang kemudian dikoreksi setelah muncul bukti tambahan.

Baca Juga :
Senat AS Gagalkan Upaya Batasi Kewenangan Perang Trump di Iran
Bali Kena Dampak Konflik Timur Tengah, Kunjungan Turis Mancanegara Menurun
Rudal Iran Nyasar ke Turki Ditembak Jatuh Pertahanan Udara NATO, Ankara Protes ke Teheran

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
5 Berita Populer: Rachel Amanda Baru Ambil Ijazah S2; Shegan soal Lisa BLACKPINK
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
IHSG Menguat Dibayangi Koreksi saat Bursa Asia Anjlok dan Wall Street Menguat
• 13 jam laluviva.co.id
thumb
Kapal Perang Iran Karam Diterjang Torpedo AS
• 13 jam lalutvrinews.com
thumb
Lewat Kegiatan Ini, Nestlé Dorong Inovasi 3.600 Mahasiswa Cari Solusi Sampah Kemasan
• 8 jam laluherstory.co.id
thumb
Free and Open: Arah Strategis Hubungan Indonesia-Jepang
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.