HARIAN FAJAR, JAKARTA — Bagi banyak pensiunan aparatur sipil negara (ASN), Tunjangan Hari Raya bukan sekadar tambahan pendapatan musiman. Ia adalah ruang bernapas di tengah rutinitas pengeluaran yang semakin ketat menjelang Lebaran—untuk kebutuhan keluarga, obat-obatan, hingga sekadar berbagi dengan cucu-cucu yang pulang ke rumah.
Namun pada awal Maret 2026 ini, tidak semua pensiunan merasakan ketenangan itu. Di sejumlah daerah, sebagian penerima manfaat mulai bertanya-tanya: mengapa dana THR belum juga masuk ke rekening mereka?
Pemerintah sebenarnya telah memulai proses pencairan THR bagi para pensiunan. Untuk pensiunan ASN, penyalurannya dilakukan melalui PT Taspen (Persero), sementara bagi purnawirawan TNI dan Polri dikelola oleh PT Asabri (Persero). Secara sistem, dana sudah disiapkan. Tetapi dalam praktiknya, ada satu tahapan yang sering luput diperhatikan—autentikasi.
Di sinilah letak persoalan yang kerap menjadi penghambat.
Autentikasi: Prosedur Kecil dengan Dampak Besar
Autentikasi adalah proses verifikasi biometrik yang memastikan bahwa penerima manfaat masih berhak menerima dana pensiun. Dalam bahasa sederhana, sistem perlu memastikan bahwa data penerima masih valid dan sesuai dengan identitas yang tercatat.
Langkah ini sebenarnya dirancang sebagai mekanisme pengamanan. Negara ingin memastikan bahwa dana pensiun benar-benar sampai kepada orang yang berhak.
Namun ketika prosedur ini tidak dilakukan tepat waktu, sistem pembayaran akan menandai akun tersebut untuk verifikasi tambahan. Proses ini membuat pencairan dana, termasuk THR, berpotensi tertunda.
PT Taspen telah berulang kali mengingatkan pentingnya proses tersebut. Melalui pengumuman resmi di media sosial pada awal Maret, perusahaan pelat merah itu menegaskan bahwa autentikasi di awal bulan merupakan langkah preventif agar distribusi dana pensiun tetap berjalan lancar.
“Melakukan autentikasi di awal bulan merupakan tindakan preventif agar distribusi dana pensiun tetap aman dan tepat sasaran,” tulis Taspen dalam keterangannya.
Bagi sebagian pensiunan yang terbiasa dengan sistem manual, prosedur digital ini kadang terasa membingungkan. Namun pemerintah mencoba menjembatani kesenjangan tersebut melalui aplikasi Andal by Taspen.
Digitalisasi Layanan Pensiun
Melalui aplikasi itu, para pensiunan kini dapat melakukan verifikasi data secara mandiri tanpa harus datang ke kantor cabang atau bank mitra. Sistem dirancang sederhana: cukup memasukkan nomor Taspen atau NIK, lalu mengikuti instruksi verifikasi wajah.
Teknologi biometrik kemudian akan mencocokkan data wajah dengan database yang tersimpan dalam sistem.
Prosesnya bahkan tidak memerlukan login terlebih dahulu. Fitur autentikasi langsung tersedia di halaman awal aplikasi.
Dalam praktiknya, pengguna hanya perlu melakukan beberapa langkah sederhana: mengedipkan mata, menyebutkan angka yang muncul di layar, atau menggerakkan kepala sesuai instruksi. Semua dilakukan melalui kamera ponsel.
Meski tampak sederhana, proses ini memiliki fungsi penting dalam menjaga integritas sistem pembayaran pensiun.
Tantangan bagi Generasi Pensiunan
Namun tidak semua pensiunan memiliki kemudahan yang sama dalam mengakses teknologi digital. Sebagian menghadapi keterbatasan perangkat, koneksi internet, atau bahkan kondisi fisik yang membuat proses verifikasi wajah menjadi sulit dilakukan.
Untuk situasi semacam ini, Taspen membuka layanan bantuan manual di kantor cabang terdekat.
Pendekatan ini menjadi upaya untuk memastikan bahwa digitalisasi layanan tidak meninggalkan kelompok masyarakat yang paling bergantung pada sistem tersebut.
Di sisi lain, sistem autentikasi juga memiliki jadwal yang perlu diperhatikan oleh para penerima manfaat.
Pensiunan yang menerima dana pensiun pribadi atau ahli waris seperti yatim diwajibkan melakukan autentikasi setiap bulan. Sementara penerima tunjangan veteran cukup melakukan verifikasi setiap tiga bulan sekali.
Perbedaan ini sering kali menjadi sumber kebingungan bagi sebagian penerima manfaat.
Ketika Proses Kecil Terlewat
Dalam banyak kasus, keterlambatan THR bukan disebabkan oleh masalah anggaran atau kebijakan pemerintah. Penyebabnya justru lebih sederhana: autentikasi yang belum dilakukan.
Begitu proses verifikasi selesai, sistem pembayaran biasanya akan kembali berjalan normal dan dana dapat masuk ke rekening penerima.
Karena itu Taspen juga memberikan beberapa tips agar proses autentikasi berhasil tanpa kendala. Pencahayaan ruangan yang cukup, koneksi internet stabil, serta posisi wajah yang jelas di kamera menjadi faktor penting agar sistem dapat mengenali identitas pengguna.
Jika proses tetap gagal setelah beberapa percobaan, pensiunan disarankan segera menghubungi layanan pelanggan atau datang langsung ke kantor cabang.
Menunggu Dana yang Menjadi Hak
Pada akhirnya, THR bagi pensiunan bukan hanya soal angka di rekening. Ia juga mencerminkan penghargaan negara terhadap mereka yang telah menghabiskan puluhan tahun mengabdi di birokrasi, militer, maupun lembaga negara lainnya.
Karena itu, ketika dana tersebut tertunda, kegelisahan mudah muncul.
Namun dalam banyak kasus, solusinya ternyata cukup sederhana: memastikan bahwa proses autentikasi telah dilakukan.
Sebuah langkah kecil dalam sistem digital yang kini menjadi kunci agar hak para pensiunan tetap mengalir tepat waktu—terutama menjelang hari raya yang selalu dinanti setiap tahun.

/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2026%2F03%2F05%2F4ed2802576352561bb02c7449cb85f74-PHOTO_2026_03_05_20_59_19.jpeg)



