Dinas PUPR mengeklaim jalur mudik di wilayah Provinsi Bali sekitar 95 persen dalam kondisi baik. Balai Jalan disebut aktif melakukan perawatan dan perbaikan.
"Kalau jalan nasional saya rasa di atas 95 persen kondisi baik ya, mantapnya, kalau jalan provinsi juga sama, kita ada di 81 persen posisinya," kata Kadis PUPR Bali Nusakti Yasa Wedha di Kantor Gubernur Bali, Kamis (5/3).
Nusakti mengaku memang ada ditemukan sejumlah titik jalan rusak dengan kategori ringan di jalur Barat, Gilimanuk-Denpasar, dan jalur utara, Gilimanuk-Singaraja. Jumlah jalan rusak hanya ketegori ringan.
"Bukan termasuk indikasi rusak berat, rusak ringan yang bisa dikelola dengan pemeliharaan rutin. Enggak nyampe puluhan," sambungnya.
Jalan rusak ini disebabkan umur dan cuaca ekstrem. PUPR, katanya, telah menyediakan anggaran sekitar Rp 9 miliar sepanjang tahun 2026.
"Perbaikan jalan kita lakukan pemeliharaan rutin terus jalan. Teman-teman melakukan pemeliharaan rutin semua jalan, akses-akses menuju ke apa, jalur-jalur mudik ya. Kita bersama dengan teman-teman dari Balai Jalan sudah melakukan untuk penanganan rutin perbaikan jalan," katanya.
Wakil Ketua Komisi V DPR Syaiful Huda sebelumnya meminta pemerintah memastikan perbaikan jalan berlubang di jalur mudik sebelum puncak arus Lebaran 2026.
Secara khusus, Huda meminta perbaikan jalan arteri yang rusak atau berlubang akibat sering dilintasi kendaraan berat. Menurutnya, kondisi tersebut harus diantisipasi sebelum puncak arus mudik.
“Tapi kita ingin semua yang menjadi evaluasi Lebaran tahun yang lalu itu menjadi baseline dalam rangka untuk memastikan dari evaluasi itu mana yang kurang, persiapan mana yang perlu ditingkatkan, kita minta semuanya dilaksanakan dengan semaksimal mungkin,” kata Huda di DPR, Kamis (5/3).





