MAKASSAR, FAJAR – Para suporter PSM Makassar mendesak manajemen untuk segera berbenah. Mereka tidak ingin permasalahan seperti ini terus terjadi di PSM Makassar.
Penggemar memang menyampaikan aksi protesnya usai kekalahan memalukan 4-2 di kandang sendiri beberapa waktu lalu. Terlebih lagi, hasil itu tercipta setelah PSM sempat unggul dua gol lebih dulu.
Menteri Luar Negeri Red Gank, Muhammad Alfajri menyampaikan, pertandingan lalu terasa seperti laga away. Terlebih lagi, mereka kalah dalam kondisi yang memalukan, karena dibantai setelah sempat unggul.
“Pastinya hasil kontra Persita membuat kami sangat kecewa kepada semua pihak yang ada di tim, mulai manajemen, pelatih, dan pemain. Kita bermain di kandang tapi rasanya kita yang tim tamu,” ujarnya kepada FAJAR.
Lebih lanjut dia menyampaikan, kekecewaan ini diluapkan setelah PSM gaga meraih kemenangan dalam 11 pertandingan. Menurutnya, tidak biasanya PSM berada dalam kondisi ini, sehingga mereka mempertanyakan apa sebenarnya yang terjadi di internal tim hingga memicu kondisi ini.
“Teman-teman suporter meluapkan kekecewaannya, itu adalah hal yang sangat wajar. Kami melihat 11 pertandingan tanpa kemenangan, dimana tanggung jawab pelatih dan pemain,” lanjutnya.
Dia juga mengaku sempat mempertanyakan kepada pemain terkait dengan gaji mereka, namun para pemain menjawab semuanya aman dan tidak ada masalah. Itu sebabnya dia merasa bingung kenapa performa pemain seperti ogah-ogahan di lapangan.
“Kami sering tanyakan ke mereka terkait gaji, katanya aman saja. Lantas apa yang membuat main ogah-ogahan di lapangan? Asisten pelatih pun mengatakan apa yang ditampilkan di latihan jauh berbeda dengan apa yang dilihat di pertandingan. Ada apa sebenarnya dengan klub ini,” tuturnya.
Dia bahkan secara khusus menyampaikan harapan kepada CEO PSM Makassar, Sadikin Aksa, agar segera mengambil sikap. Para suporter tidak ingin pimpinan manajemen juga tutup mata dengan kondisi ini, sebab bisa menimbulkan hal yang lebih fatal.
“Harapan saya, tolong segera bangkit. Kami tidak mau melihat tim dengan sejarah panjang ini ada di liga 2. Kami titip pesan kepada CEO, segera hadir dan bertanggungjawab atas ini semua. Ini tidak lepas dari perannya yang sangat jarang mendampingi tim di saat pertandingan,” pintanya.
Hal serupa juga dilontarkan oleh Anggota Komunitas VIP Utara (KVU) Sulyadi Abbas. Dia berharap manajemen serius melihat hal ini, agar PSM bisa segera bangkit.
“Sebaiknya manajemen cepat ambil sikap, masalah apa sebenarnya yang terjadi di dalam tim itu segera diatasi. Jangan dibiarkan berlarut-larut, kasihan juga kita ini kalau PSM sampai degradasi,” kata dia.
Pria yang akrab disapa Adit itu juga menyampaikan, PSM sudah harus bangkit dari pertandingan ke pertandingan berikutnya. Sebab jika tidak, PSM bisa saja tercebur ke zona degradasi dan tidak mampu bertahan di Super League musim depan.
“Bangkit itu sebuah keharusan, jangan dibiarkan begini terus. Jangan sampai nanti malah degradasi. Kita tidak punya sjarah itu dan jangan sampai hal itu terjadi,” harapnya. (wid)





