DJP Kemenkeu menyatakan optimismenya bahwa target pelapora SPT Tahunan 2025 akan tercapai tepat waktu pada 31 Maret 2026.
IDXChannel - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menyatakan optimismenya bahwa target pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) untuk tahun pajak 2025 akan tercapai tepat waktu pada 31 Maret 2026. Hingga awal Maret ini, tercatat sudah ada sekitar 6 juta SPT yang masuk ke sistem DJP.
Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto memproyeksikan adanya lonjakan pelaporan secara masif di sisa waktu efektif Maret. Dengan rata-rata pelaporan harian mencapai 200 ribu hingga 250 ribu wajib pajak, DJP memperkirakan total laporan akan menembus angka di atas 8 juta dalam waktu dekat.
"Itu katakan 10 hari dikali 250 ribu itu sekitar 2,5 juta ya. 2,5 juta dari 6 juta sekarang berarti 8,5 juta (SPT)," ujarnya dalam agenda Kelas Pajak di Kantor Pusat DJP, Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Guna memastikan seluruh wajib pajak terlayani dengan baik menjelang tenggat waktu, Bimo menegaskan otoritas pajak tidak hanya mengandalkan kepatuhan sukarela, melainkan melakukan aksi proaktif.
Seluruh Kantor Pelayanan Pajak (KPP) disiagakan untuk tetap beroperasi pada hari Sabtu dan Minggu guna mengantisipasi lonjakan antrean.
"Kami tidak hanya melakukan, menunggu atau mengharapkan wajib pajak untuk menyampaikan secara voluntary. Kami juga jemput bola, kami buka kantor layanan sampai ke Sabtu Minggu juga," kata Bimo.
Menyadari potensi kepadatan sistem (traffic jam) pada hari-hari terakhir Maret, DJP memperkenalkan strategi diversifikasi kanal pelaporan. Selain situs web reguler, wajib pajak kini dapat memanfaatkan aplikasi Coretax Form dan Coretax Mobile yang segera dirilis.
Strategi ini bertujuan untuk meratakan beban kerja server sehingga tidak terjadi kendala teknis saat jutaan wajib pajak melapor secara bersamaan. Terlebih, mayoritas wajib pajak orang pribadi biasanya memiliki status pelaporan nihil.
"Jadi mudah-mudahan dengan seperti ini kita bisa sekaligus men-smoothing beban sistem dari hari ke hari," ujar Bimo.
(Dhera Arizona)





