BEKASI, KOMPAS.com – Warga Pondok Mitra Lestari (PML), Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, mendesak pemerintah daerah segera menyelesaikan persoalan pembebasan lahan yang menghambat pembangunan tanggul Sungai Bekasi.
Warga khawatir banjir besar kembali terjadi jika proyek pengendalian banjir itu tak kunjung rampung.
Salah satu warga, Alimah (74), meminta Wali Kota Bekasi Tri Adhianto segera mengambil langkah konkret agar pembangunan tanggul dapat dilanjutkan dan banjir tidak lagi merendam permukiman warga.
Baca juga: Tanggul Kali Bekasi Belum Rampung, DPRD Desak Pemerintah Ambil Langkah Darurat Cegah Banjir
“Pak Wali janganlah kami dibiarkan tenggelam. Coba segera mengambil tindakan, langkah positif, langkah nyata untuk menyelesaikan masalah lahan ini,” ujar Alimah saat kegiatan susur sungai, Kamis (5/3/2026).
Menurut dia, persoalan pembebasan lahan merupakan kewenangan pemerintah daerah. Jika kendala tersebut dapat diselesaikan, pembangunan tanggul diyakini bisa segera direalisasikan.
Sebagai warga yang terdampak banjir hingga setinggi dua meter pada Maret 2025, Alimah berharap pembangunan tanggul penghubung dapat dipercepat.
“Pembangunan tanggul penghubung itu sangat-sangat kami harapkan. Karena pengalaman pada waktu tahun kemarin, itu banjirnya begitu dahsyat dan sudah parah sekali,” ujarnya.
Ia mengatakan, warga yang tidak memiliki rumah dua lantai mengalami kerugian besar saat banjir melanda. Trauma akibat peristiwa tersebut pun masih dirasakan hingga kini.
“Kami masih trauma dan selalu ketakutan. Apalagi kemarin waktu kami mendengar ada sirene tanda-tanda banjir, itu kami sudah mengemas barang-barang yang ada di lantai bawah,” kata Alimah.
Menurut dia, saat sirene peringatan banjir berbunyi, warga langsung mengamankan kendaraan dan perabotan rumah tangga karena khawatir banjir besar kembali terjadi.
Baca juga: Masih Ada Celah di Tanggul Kali Bekasi, Pengendalian Banjir Disebut Tak Maksimal
“Ada yang mengungsikan mobil, ada yang kursi-kursi diangkat dan sebagainya karena saking traumanya banjir tahun lalu. Kita kan tidak mau ya, karena itu kerugiannya sangat besar,” ujarnya.
Pembangunan tanggul terkendala lahanPejabat Pembuat Komitmen Operasi dan Pemeliharaan (PPK OP) Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSC), Geri Ramdhan Dazali, mengatakan bahwa di sejumlah titik Sungai Bekasi, khususnya di wilayah Kota Bekasi, telah dilakukan perkuatan tanggul berupa retaining wall.
Namun, masih terdapat beberapa lokasi yang belum dapat dikerjakan karena terkendala pembebasan lahan.
“Terutama di ruas Kota Bekasi, itu ada beberapa titik lokasi yang belum bisa dilaksanakan karena kendala pembebasan lahan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan susur sungai dilakukan bersama Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, perwakilan Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C), serta warga setempat untuk memantau langsung titik-titik yang belum memiliki tanggul.





