Mengejutkan, Pihak Ibu Tiri Beberkan Perkataan Keji Anwar Satibi saat Nizam Syafei Sakit

tvonenews.com
4 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Mengejutkan, pihak ibu tiri membeberkan perkataan keji yang diduga diucapkan oleh Anwar Satibi saat Nizam Syafei dalam kondisi sakit. Keterangan tersebut disampaikan oleh kuasa hukum pihak ibu tiri, Acong Latif, yang mengungkap sejumlah fakta terkait kehidupan Nizam sebelum meninggal dunia.

Pernyataan tersebut diungkapkan Acong Latif dalam keterangannya yang diunggah melalui kanal YouTube Cumicumi pada 3 Maret 2026. Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan bahwa selama ini terdapat narasi yang dibangun oleh ayah kandung Nizam mengenai keberadaan ibu kandung korban.

Awak media dalam wawancara tersebut juga menyinggung soal narasi yang disebut-sebut berkembang selama ini.

“Berarti sejauh ini memang narasi yang dibangun oleh si bapak kandung ini bahwasanya ibu kandung ini sudah meninggal gitu ya, Bang ya,” ujar awak media.

Menanggapi pertanyaan itu, Acong Latif menjelaskan bahwa narasi tersebut diduga sengaja dibangun agar Nizam Syafei tidak mencari atau mencoba menemui ibu kandungnya.

“Artinya itu yang dibangun kepikiran Nizam ya mungkin biar Nizam ini tidak mencari, biar Nizam tidak mau menemui. Karena setiap mau menemui dimarahi setiap pamit misalnya setiap mempertanyakan ibu kandungnya tuh langsung dimarahi ibunya sudah enggak ada gitu. Kira-kira begitu tapi pakai bahasa Sunda ibunya sudah tidak ada. Bahkan ya itulah yang dibangun bahwa ibunya ini sudah meninggal,” ujar Acong Latif.

Acong Latif kemudian menjelaskan bahwa sejak kecil Nizam Syafei telah tinggal bersama ayah kandungnya. Ia menyebut bahwa Nizam diambil oleh ayahnya sejak berusia tujuh tahun.

“Jadi, Nizam ini diambil oleh bapaknya, bukan ikut ya, tapi diambil oleh bapaknya. Ini kan keterangan dari ibu kandungnya di beberapa podcast pun disampaikan kan dibawa kaburlah kira-kira begitu. Jadi, Nizam ini dibawa atau diambil oleh Anwar, oleh bapaknya ini dari umur 7 tahun. Dari umur 7 tahun dibawa dan hidup bersama TR selaku ibu tirinya. Di situlah ibu tirinya pun merawat, ibu tirinya pun memberi makan, ibu tirinya pun memberi kasih sayang. Kenapa demikian? Karena yang punya pekerjaan selama ini kan memang ibu tirinya yang punya pekerjaan tetap, punya gaji tetap. Itu kan ibu tirinya TR kan. Berarti memang hidup dari TR ini gitu,” jelasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menilik Pepatah Makassar ‘Olok-oloka Lagi Na Niak Tonja Pacena’
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kritik NATO, Kanada: Pakta Atlantik Utara harus lihat ke utara
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Presiden Prabowo Kirim Surat Duka Cita atas Wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei
• 20 jam lalumatamata.com
thumb
Pendidikan di Tengah Gejolak Global
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Harga Minyak Stabil di Level Tinggi, Aktivitas di Selat Hormuz Masih Terhenti
• 19 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.