UAE Klaim Cegat 186 Rudal Balistik Iran Sejak Awal Serangan, Picu Ledakan

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Uni Emirat Arab (UEA) mengklaim telah mencegat lebih dari 180 rudal balistik sejak Iran melancarkan serangan balasan ke sejumlah negara Teluk usai diserang oleh Amerika Serikat dan Zionis Israel.

Dalam sebuah konferensi pers, juru bicara Kementerian Pertahanan (Kemhan) UEA Brigadir Jenderal Pilot Abdulnasir Alhameedi menegaskan bahwa UEA senantiasa berada dalam tingkat kesiapsiagaan operasional tertinggi untuk mengatasi potensi ancaman.

Baca Juga :
Iran Bentuk Badan Pemerintahan Sementara Pasca Wafatnya Ali Khamenei
Jimly Usul RI Tangguhkan Keanggotaan Board of Peace Sampai Konflik AS-Iran Reda

"Sejak awal serangan Iran, pertahanan udara UEA telah menangani 186 rudal balistik, dengan 172 rudal hancur, sementara 13 rudal jatuh ke laut dan satu jatuh di wilayah UEA,"    menurut otoritas UEA, sebagaimana dikutip dari Kantor Berita Emirat WAM di Jakarta, Kamis, 5 Maret 2026.

Sebagian besar dari dampak yang tercatat tersebut merupakan hasil dari operasi pencegatan rudal dan bukan merupakan serangan langsung, kata dia.

Alhameedi mengatakan Angkatan Bersenjata UEA mengoperasikan sistem pertahanan udara multi-lapisan terintegrasi yang mampu mengatasi berbagai bentuk ancaman udara.

"UEA juga memiliki cadangan amunisi strategis yang cukup untuk memastikan keberlanjutan operasi pertahanan dalam jangka waktu lama, sehingga kesiapan tempur dan keamanan nasional tetap terjaga," ujarnya.

Sistem pertahanan UEA berhasil mencegat rudal balistik pada waktu yang tepat, sehingga secara signifikan dapat mengurangi potensi skala kerusakan dan mencegah hilangnya nyawa dan harta benda.

Namun demikian, Kemhan UEA mengakui operasi pencegatan dan pertahanan udara yang berjalan menimbulkan suara dentuman yang terdengar di berbagai daerah di seluruh UEA.

Angkatan Bersenjata UEA terus memantau perkembangan situasi baik pada matra darat, air, dan udara, dan Komando Umum Angkatan Bersenjata UEA senantiasa memastikan penguatan sistem pertahanan, sistem peringatan dini, dan struktur komando terpadu untuk memastikan respons cepat dan tepat atas setiap potensi ancaman.

Kemhan UEA turut mendorong semua orang di negara tersebut untuk mengikuti arahan resmi dari otoritas berwenang dan menekankan pentingnya memperoleh informasi hanya dari sumber resmi.

Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, dengan laporan kerusakan dan korban sipil. Televisi Pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei gugur dalam serangan itu.

Baca Juga :
Iran Serang Kapal Tanker Amerika di Teluk Persia
Iran Tuduh Trump Seret AS dalam Perang Netanyahu, Sindir 'Israel First'
Semakin Memanas, Pimpinan Hizbullah: Selama Israel Masih Ada Maka Perlawanan adalah Hak yang Sah

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Alwi Farhan, Putri KW, dan Amri/Nita Lolos 8 Besar All England 2026, Jonatan Christie Kemas Koper Bersama Jafar/Felisha
• 2 jam laluharianfajar
thumb
Meta Disidak Menkomdigi, Disinformasi hingga Keterbukaan Algoritma Disorot
• 17 jam lalukompas.com
thumb
Fenomena “Naga Menyedot Air” Muncul Saat Upacara Mulai Kerja Perusahaan di Guangdong, Tiongkok, Daya Hisapnya Mengejutkan 
• 14 jam laluerabaru.net
thumb
BUVA Tambah Modal ke Culina Global, Intip Bisnis F&B Emiten Hapsoro Ini
• 9 jam lalubisnis.com
thumb
Ancaman Iran Targetkan Reaktor Nuklir Dimona Israel Jika Rezim Teheran Digulingkan
• 17 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.