Jakarta: Satuan Polisi Jalan Raya (PJR) Cipularang mengungkap kronologi kecelakaan beruntun yang melibatkan sepuluh kendaraan di Ruas Tol Cipularang KM 93 B arah Jakarta, Kamis malam, 5 Maret 2026. Insiden maut yang terjadi pada pukul 20.15 WIB tersebut diduga kuat dipicu oleh kegagalan sistem pengereman pada truk kontainer.
"Diduga kendaraan kontainer nopol B-9367-UEL mengalami masalah pengereman," ujar Kepala Induk PJR Cipularang, Kompol Joko Prihantono, dalam keterangannya, dilansir Antara, Kamis, 5 Maret 2026.
Baca Juga :
Kecelakaan Beruntun 10 Kendaraan di Tol Cipularang, 2 Orang TewasJoko menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, truk kontainer tersebut melaju dari arah Bandung menuju Jakarta di lajur satu. Saat tiba di lokasi kejadian, kondisi lalu lintas tengah mengalami kepadatan akibat adanya dump truck yang mengalami gangguan teknis di depan.
Pengemudi kontainer berusaha mengurangi kecepatan, namun sistem pengereman tidak berfungsi secara optimal.
"Kemudian kontainer itu mencoba melakukan pengereman namun terjadi gangguan dan selanjutnya menabrak kendaraan pick up dan kemudian terjadi kecelakaan beruntun," jelas Joko.
Kecelakaan beruntun yang melibatkan sepuluh kendaraan terjadi di Ruas Tol Cipularang KM 93 arah Jakarta, Kamis malam, 5 Maret 2026. Foto: Dok. Jasa Marga.
Akibat benturan keras tersebut, sepuluh kendaraan terlibat tabrakan karambol yang mengakibatkan kerusakan parah. Kecelakaan ini merenggut dua nyawa di lokasi kejadian, sementara empat korban lainnya menderita luka ringan hingga berat dan telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk penanganan medis.
"Meninggal ada dua orang yaitu pengemudi dan kernet mobil bak terbuka," kata Joko.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap sopir kontainer dan mengamankan kendaraan yang terlibat untuk penyelidikan lebih lanjut. Jalur Tol Cipularang KM 93 B yang sempat terhambat kini sudah mulai dapat dilintasi kembali setelah proses evakuasi rampung dilakukan.




