BOGOR, KOMPAS.com – Kebakaran yang terjadi di sebuah rumah kontrakan di Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, menyebabkan dua orang mengalami luka bakar hingga 68 persen. Peristiwa ini juga menewaskan seorang anak berusia satu tahun.
Lurah Tegallega, Hardi Suhardiman, mengatakan kebakaran diduga dipicu ledakan tabung gas tiga kilogram yang sedang digunakan untuk memasak.
Menurut Hardi, saat kejadian korban diduga tertidur ketika memasak sehingga api kemudian membesar dan memicu kebakaran.
Baca juga: Saksi Ceritakan Detik-detik Warga Selamatkan Korban saat Kebakaran Kontrakan di Bogor
"Luka bakar 68 persen, dua-duanya," kata Hardi kepada wartawan, Kamis (5/3/2026).
Saat ini, api telah berhasil dipadamkan. Kedua korban yang mengalami luka bakar masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit PMI Bogor.
Hardi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama selama bulan Ramadhan ketika pola aktivitas dan jam tidur masyarakat berubah.
Ia mengatakan kondisi tersebut membuat sebagian warga lebih mudah mengantuk saat melakukan aktivitas rumah tangga, termasuk memasak.
Selain itu, wilayah Kelurahan Tegallega dikenal sebagai kawasan dengan permukiman yang cukup padat, sehingga risiko kebakaran dapat berdampak lebih besar.
"Jadi kalau terjadi kebakaran di area padat seperti ini, akhirnya kami kesulitan dalam melakukan evakuasi maupun juga pemadaman api," ucap dia.
Baca juga: Kebakaran Kontrakan di Bogor Tengah, Balita 1 Tahun Tewas
Seorang anak tewas dalam kebakaranSebagai informasi, kebakaran yang terjadi pada Kamis malam tersebut menimbulkan korban jiwa. Seorang anak berusia satu tahun berinisial Z meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran yang melanda rumah kontrakan di Kelurahan Tegallega.
Kapolsek Bogor Tengah Komisaris Waluyo mengatakan pihak kepolisian menerima laporan mengenai kebakaran tersebut menjelang waktu salat tarawih.
Ia menyebutkan, terdapat tiga orang dalam satu keluarga yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
"Kemudian korban ada tiga, satu itu umur satu tahun atas nama Z, kemudian dua lagi luka-luka sekarang semuanya lagi di Rumah Sakit PMI," ungkap Waluyo kepada wartawan di Bogor Tengah, Kamis malam.
Dari hasil identifikasi di tempat kejadian perkara (TKP), polisi menduga sumber api berasal dari kompor yang sedang digunakan untuk memasak sebelum akhirnya ditinggal tidur oleh korban.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




