Kakorlantas pastikan kesiapan Ops Ketupat lewat audiensi Gubernur Bali

antaranews.com
16 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho memastikan kesiapan Operasi Ketupat 2026 di Bali lewat audiensi bersama Gubernur Bali I Wayan Koster di Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Bali, Kamis (5/3) malam.

Agus mengatakan, pertemuan ini untuk memastikan kesiapan pelaksanaan operasi yang berlangsung dengan momentum dua hari raya keagamaan, yakni Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dan Hari Raya Nyepi, agar rangkaian kegiatan masyarakat dapat berjalan aman dan lancar.

“Operasi Ketupat adalah operasi kemanusiaan. Jadi, bukan hanya di bidang lalu lintas, bukan hanya mengamankan arus mudik dan arus balik, tetapi negara hadir dalam rangka mengamankan momentum sosial masyarakat,” katanya dikutip dari keterangan dikonfirmasi.

Salah satu hal yang dibahas adalah kesiapan beberapa klaster penting, yaitu jalur tol, jalan arteri, pelabuhan penyeberangan seperti Gilimanuk–Ketapang, tempat ibadah, serta kawasan wisata yang banyak terdapat di Bali.

Ia memastikan pengaturan penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk telah disiapkan untuk menyesuaikan dengan pelaksanaan Hari Raya Nyepi.

“Penyeberangan Gilimanuk sudah diatur jam berapa dibuka dan jam berapa ditutup, termasuk dari Ketapang ke Gilimanuk. Kami juga sudah mendapat laporan dari Dirlantas Polda Bali,” katanya.

Menurutnya, sinergisitas antara Polri dan pemerintah daerah menjadi kunci kesuksesan dalam menjaga keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat selama periode Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idul Fitri.

“Dengan kolaborasi yang baik, negara hadir untuk memastikan seluruh kegiatan masyarakat berjalan aman dan lancar,” ucapnya.

Tidak hanya itu, ia mengungkapkan bahwa rencana penyelenggaraan kompetisi lari Kemala Run di Bali yang diselenggarakan Yayasan Kemala Bhayangkari, juga mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Bali.

“Ini tentu menjadi kolaborasi yang baik agar kegiatan dapat berjalan lancar,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Bali I Wayan Koster menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bali siap mendukung program pengamanan yang dilakukan Polri karena berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat Bali.

“Saya sebagai Gubernur tentu harus ikut berkontribusi mendukung apa yang menjadi rencana Bapak Kakorlantas karena ini adalah program Bapak Kapolri yang harus kita sukseskan secara bersama-sama,” ucapnya.

Terkait isu yang berkembang di media sosial mengenai benturan waktu antara Nyepi dan Idul Fitri, Koster menyebut bahwa isu sebenarnya tidak tepat karena dua hari keagamaan tidak berlangsung pada waktu yang sama.

“Tidak berimpit sebenarnya. Nyepi pada 19 Maret, kemudian Ngembak Geni tanggal 20 pagi. Sore harinya baru malam takbiran karena Idul Fitri diperkirakan tanggal 21. Jadi tidak beririsan sebenarnya,” jelasnya.

Selain itu, sambung dia, pemerintah daerah setempat bersama unsur tokoh agama juga telah menyiapkan surat edaran bersama dengan seluruh majelis umat beragama di Bali, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI), sehingga pengaturan kegiatan keagamaan telah disepakati bersama.




Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ketika Kaum Muslimin Diizinkan Berperang, Ini Adab dan Batasannya
• 5 jam lalurepublika.co.id
thumb
Israel Tingkatkan Serangan terhadap Sistem Militer dan Kepolisian Iran, Disebut Membuka Jalan bagi Pemberontakan Rakyat
• 8 jam laluerabaru.net
thumb
Oppo A6s Resmi Rilis di RI! Bisa Foto di Dalam Air, Baterai 7.000mAh
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
Ketika Presiden Berpikir seperti CEO
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
BPOM Pusat Sidak Penjual Takjil di Makassar, Ini Hasil Temuannya
• 4 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.