MAKASSAR, FAJAR – PSI ingin menjadikan Sulsel sebagai “kandang gajah”. Golkar pun merespons.
Ambisi PSI untuk memenangkan pemilu di Sulsel merupakan hal wajar. Namun, Partai Pohon Beringin menilai PSI sama sekali bukan ancaman.
“Tidaklah. Ngapain kita khawatir dengan itu,” tegas Plt Ketua DPD I Golkar Sulsel, Muhidin Mohamad Said, beberapa waktu lalu.
Dirinya tidak gentar dengan kehadiran Presiden RI dua periode, Joko Widodo alias Jokowi di kubu PSI. Bahkan secara khusus datang ke Makassar menghadiri rakernas, bulan lalu. Dia menegaskan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan hal itu.
Pilihan bergabung ke PSI menjadi hak Jokowi untuk memilih partai. “Tidak ada yang menjadi ancaman buat kami karena itu haknya. Golkar ini partai besar dan sudah pengalaman dengan hal-hal seperti itu,” ujarnya.
Para pengurus PSI juga banyak yang lahir dari Golkar. Sehingga, dia tahu persis seperti apa menghadapi hal-hal seperti ini, termasuk berupaya mempertahankan dan merebut kembali kemenangan.
“Kader PSI itu, kan, banyak yang lahir dari Golkar. Mereka belajar sama kita. RMS itu belajar di Golkar juga. Jadi pada intinya kami fokus dengan diri kami sendiri. Urusan mereka, ya, biarlah mereka yang menyelesaikan,” terang Muhidin.
Orang Tua
Sementara Wakil Ketua Umum DPP AMPI, Arief Rosyid menyampaikan, partai yang menggaungkan diri sebagai partai anak muda pada akhirnya juga merekrut orang-orang tua. Ini justru berbanding terbalik dengan Golkar yang dianggap partai orang tua, namun ternyata banyak anak muda di dalamnya
“Pada faktanya (PSI) banyak dihuni orang tua juga. Justru Golkar yang tidak pernah menggaungkan itu, kini banyak dihuni anak muda,” terangnya.
Anak-anak muda punya peran penting dalam perjuangan Golkar. Sebab, mereka akan menjadi bagian dari pemilih Golkar pada Pemilu mendatang.
“Anak muda ini, kan, sekitar 61 persen pada Pemilu mendatang. Tentu ini akan menjadi penting karena kami juga akan tetap berjuang bersama teman-teman muda,” ucapnya.
Kemudian, dia juga menegaskan bahwa Golkar sangat terbuka untuk merangkul anak muda. “Keterlibatan teman-teman muda tentu sangat strategis dan kami terbuka untuk itu. Jadi kami pastikan akan bergerak dengan teman-teman muda untuk membangun bangsa kita dalam 10 atau 20 tahun ke depan,” tegasnya. (*)





